Dari Situbondo Menuju NU Baru: Sebuah Catatan Awal*
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-27 berlangsung setelah dua kubu yang bersengketa—Cipete dan Situbondo—bersatu kembali. Arief Mudatsir melihat, dalam kepemimpinan
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-27 berlangsung setelah dua kubu yang bersengketa—Cipete dan Situbondo—bersatu kembali. Arief Mudatsir melihat, dalam kepemimpinan
A.A. Navis (ed.), Dialektika Minangkabau dalam Kemelut Sosial dan Politik, (Padang: Penerbit Genta Singgalang Press, Cetakan Pertama, 1983), 186 halaman.
Subchan sebagai politikus dan cendekiawan Islam seakan orang yang tiba-tiba muncul dalam percaturan politik dan dunia intelektual. Dia menjadi tokoh
Slamet Effendi Yusuf et.al., Dinamika Kaum Santri Menelusuri jejak & pergolakan internal NU, (Jakarta: Rajawali Pers 1983, kata pengantar Dr.
Prof. dr. C.A. van Peursen, Tubuh Jiwa Roh – Sebuah Pengantar dalam Filsafat Manusia, diterjemahkan oleh Dr. K. Bertens, BPK