
Slamet Effendi Yusuf et.al., Dinamika Kaum Santri Menelusuri jejak & pergolakan internal NU, (Jakarta: Rajawali Pers 1983, kata pengantar Dr. Zamakhsyari Dhofier), XXII – 236 halaman.
Upaya mengkaji kemelut Nahdlatul Ulama (NU)1 belakangan ini terlebih dahulu harus dilihat dari perkembangan sejarahnya, perubahan-perubahannya serta perkembangan budaya politik di Indonesia dengan analisa mendalam. Studi ini perlu dilakukan oleh karena NU, di samping merupakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, mempunyai ciri-ciri khusus dan keunikan yang tak dipunyai oleh organisasi lain. Lagi pula belum banyak para ahli yang khusus melakukan studi tentang NU, jika pun ada masih bersifat “pandangan umum” saja belum bersifat ilmiah.
Kemelut NU berawal dari pengunduran diri Idham Chalid, Ketua Umum PB NU, pada 6 Mei 1982 dan dicabut kembali sembilan hari kemudian, meskipun secara diam-diam sebenarnya sudah dimulai sejak terjadinya “bentrokan” politik dalam tubuh PPP antara NU–MI.
1 Kemelut NU berawal dari pengunduran diri Idham Chalid, Ketua Umum PB NU, pada 6 Mei 1982 dan dicabut kembali sembilan hari kemudian, meskipun secara diam-diam sebenarnya sudah dimulai sejak terjadinya “bentrokan” politik dalam tubuh PPP antara NU–MI.