
Maxime Rodinson. Islam dan Kapitalisme. Diterjemahkan dari Bahasa Perancis oleh Brian Pearce, Penguin Books, 1977, 296 hal. + indeks.
Ada serentetan pertanyaan yang hendak dijawab dengan buku ini. Apakah sebenarnya yang dikehendaki Islam? Apakah Islam, atau setidak-tidaknya tradisi kultural umat Islam, lebih cocok dengan kapitalisme, sosialisme, atau ekonomi feodal? Ataukah ia meminta suatu sistem ekonomi baru yang khas Islam? Maxime Rodinson berusaha menjawab pertanyaan ini, sekalipun – harap maklum – ia bukan seorang muslim dan bukan pula seorang ekonom. Buku ini ditulisnya dari kacamata “seorang sosiolog yang mengkhususkan diri pada studi Islam”, dengan “ambisi besar untuk menyumbangkannya kepada kaum intelektual di negara-negara Islam, dan membantu mereka memahami situasi mereka sendiri”. Sebab, menurut dia, Dunia Islam dewasa ini memang sedang dihadapkan pada beberapa persoalan pokok yang hampir serentak meminta jawaban tentang Islam, bangsa, kapitalisme, sosialisme dan pembangunan ekonomi. Penguasa, politikus dan para ideolog negeri ini sibuk mencari jawaban atas soal-soal ini, yang kelak akan jadi dasar dari program-program politik mereka sendiri.
Kapitalisme jenis mana? Istilah kapitalisme biasa dipakai untuk menyebut pranata-pranata ekonomi tertentu atau kombinasi dari pranata itu; lainnya lagi menyebut ini sebagai satu sikap mental yang menyertai atau mengilhami operasi yang dijalankan dalam kerangka pranata ini. Pranata kapitalis atau suatu mentalitas kapitalis bisa saja hidup berdampingan dengan pranata atau mentalitas jenis lain di dalam satu masyarakat. Pranata dan ciri-ciri mental yang termasuk jenis kapitalis adalah antara lain: pemilikan perprangan atas alat-alat produksi, kebebasan berusaha, mengejar laba sebagai motif utama dalam kegiatan ekonomi, produksi untuk pasar, ekonomi uang, mekanisme persaingan, rasionalitas dalam tingkahlaku usaha, dan sebagainya.
Suatu masyarakat disebut kapitalis bila di dalamnya pranata-pranata dan mentalitas yang disebut kapitalis itu sangat dominan. Tetapi Rodinson mengambil terminologi sosiolog lain, Julian Hochfeld, untuk menjernihkan berbagai pengertian yang berbeda-beda itu. Pertama, kapitalisme adalah suatu cara produksi (mode of production), suatu model ekonomi di mana produksi dilaksanakan dalam perusahaan (enterprise) dalam arti luas.