Prisma

Picture of Aswab Mahasin

Aswab Mahasin

lahir di Salatiga, 7 Juli 1944, adalah Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Ia juga menjadi Dewan Redaksi majalah Prisma. Tamat dalam bidang Hukum Ekonomi dari Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (1971).

Misi Generasi

Sejarah kadang-kadang melahirkan pemimpin-pemimpin besar yang penuh pesona dan membawa gelora buat bangsa dan zamannya, untuk kemudian dihempaskan. Soekarno, Mahatma

Dari Bumi yang Bergolak

Timur Tengah memang acapkali mengejutkan dunia. Siapakah yang menduga, seorang kakek 78 tahun bisa mengalahkan Syah yang begitu berkuasa? Stereotipe

Nestapa di Kota Tua

Di permukaan, masalah lingkungan hidup kelihatannya sederhana saja: itu adalah soal sampah, buangan industri dan berbagai bentuk pencemaran alam lainnya.

Pengantar Redaksi

Mengingkari peranan angkatan muda dalam politik barangkali sama saja dengan mengingkari keperiadaan negeri ini. Sebab ada begitu banyak bukti tentang

Pengantar Redaksi

Bagi mereka yang terbiasa dengan kajian pembangunan yang konvensionil, nomor ini mungkin akan terasa ganjil, sebab kajian selama ini selalu

Pengantar Redaksi

Acapkali benar kita terpaku pada cara dan bentuk dalam menilai kritik. Ini misalnya tecermin dari ungkapan Jawa yang “siap pakai”

Pengantar Redaksi

Semar, tokoh yang benar-benar merupakan kreasi Jawa dalam pewayangan yang diimpor dari India itu, dalam mitologi rakyat konon dianggap sebagai

Pengantar Redaksi

Telah dua kali ini Prisma mengetengahkan masalah-masalah sejarah dalam edisi bulan Agustus. Kali ini agak istimewa sifatnya. Empat rubrik tetap-dialog,

Pengantar Redaksi

Ada tiga penemuan penting yang berpegangaruh besar terhadap peradaban manusia: api, roda dan bank sentral. Ini dikatakan oleh Will Rogers,

Pengantar Redaksi

Siapa bilang berkah teknologi tak sampai ke desa. Puteri paman petani—yang oleh Koes Plus dinamai “Diana”—kini bisa juga menyaksikan Marini

Pengantar Redaksi

Aspek baru yang fundamentil dari abad modern, demikian menurut Komisi Pearson, adalah kesadaran bahwa kita semua hidup dalam suatu “desa”

Pengantar Redaksi

Kemiskinan rasanya sudah menjadi senandung. Ia diratapi, diraungi dan didengungkan sebagai malapetaka kemanusiaan. Mungkin karena ia dirasakan menodai kepercayaan kita

Pengantar Redaksi

Demokrasi modern semula datang ke negeri kita sebagai input kulturil. Ia masuk sebagai nilai dalam sub-kultur pergerakan nasional, dan sejak

Pengantar Redaksi

Lembaran baru tahun ini kita buka dengan mencoba memetik hikmah sejarah. Bukan dalam bentuk kenangan terhadap tindakan-tindakan penting dari orang-orang

Pengantar Redaksi

Kemakmuran akan mulai, demikian konon diramalkan dalam “jongko Joyoboyo”, kalau tanah Jawa sudah dikalungi besi. Apakah ini berarti jalan kereta

Pengantar Redaksi

Kalau kali ini Prisma mengetengahkan edisi tentang peranan cendekiawan, bukanlah maksudnya untuk memperdengarkan lagu-lagu pujaan. Sebaliknya, kita justru ingin mempertanyakan

Pengantar Redaksi

Demi pembangunan, negara diminta berperan lebih dari sekedar penjaga keamanan dan ketertiban. Ia harus jadi perencana dan pengelola pembangunan sekaligus,

Pengantar Redaksi

Dunia ini dibangun di atas cucuran kerangat kaum pekerja. Demikianlah keringat mereka telah membasahi semua lambang kemegahan peradaban: piramida, menara

Pengantar Redaksi

Diah Pitaloka membunuh diri di Padang Buba, karena tak sudi dinikahi sebagai upeti. Walaupun sang calon pengantin adalah Rajagung Binatara 

Pengantar Redaksi

Dalam primbon kuno Plato, Republik, ada dicatat pesan Socrates mengenai bagaimana sebaiknya membangun mental para pengawal negara. Filsuf tua itu

Pola Gerakan Pinggiran*

Gerakan masyarakat di Indonesia sangat diwarnai dengan peran golongan menengah yang dominan, formasi kelas yang longgar serta tingkat diferensiasi yang

Radang-radang Perubahan

Baru sejak Perang Dunia Kedua kawasan kita ini resmi disebut Asia Tenggara. Sebelumnya, bentangan antara Asia dan Australia ini dikenal

Dua Citra, Dua Ujung

Buat perempuan dusun seperti Pariyem, emansipasi kedengarannya seperti omong kosong lainnya. Lahir di desa miskin, dia cukup merasa beruntung dapat

Tentang Cermin yang Suram

Masa remaja ialah kurun peralihan. Dan seperti semua peralihan, ia menimbulkan gerah dan gelisah. Dunia anak yang riang baru saja

Madah Anak Merdeka

Dilahirkan sesudah merdeka, memang suatu karunia. Zaman telah kembali normal, kegaduhan dan huru-hara telah reda. Kutuk telah diangkat, dan penjajahan,

Citra Pajak

Roro Mendut, puteri cantik dari pesisir itu, masuk ke dalem Wirogunan sebagai pampasan perang. Dan perang, dalam tata politik tradisional,

Marhaban

Lirik azan yang menyambut angkatan santri yang baru memang tak pernah berubah. Namun seringkali terdengar variasi baru dalam nada, irama

Negara dan Kuasa

Seorang dedengkot bajak laut ditangkap. Barangkali karena kalibernya, maka kali ini Iskandar Agung sendiri yang melakukan interogasi. Tetapi ketika ditanya

Dua Versi Islam

Dalam sejarah kita, Islam dan politik dilahirkan bertaut. Munculnya bandar-bandar merkantil nusantara senantiasa disertai dengan konsep kedaulatan menurut teori politik

Mengapa KMB?

Ketika edisi ini tengah dipersiapkan, mendadak kelas menengah jadi rembug hangat di media massa. Tak kurang dari Pangkowilhan II yang

Kebangkitan Agama

Kelahiran manusia sering disambut dengan kegembiraan, tetapi kedatangan agama jarang. Pada mula kedatangan agama, masyarakat justeru terkena demam, bergolak dan

Sang Pemimpin

Damarwulan, anak gunung yang kemudian berhasil mempersunting ratu Majapahit, harus menjalani hidup yang penuh derita, sebelum tiba ke singgasana. Sesudah

Sedia Payung

Ada tiga komoditi strategis yang belakangan ini jadi bahan perbincangan dunia: pangan, minyak dan senjata. Ketiganya membawa cuaca mendung. Dalam