Kemampuan berpartisipasi menunjukkan bahwa kalau manusia berbuat bersama manusia lain, dia tetap memiliki nilai kepribadian perbuatannya sendiri, sekaligus mengambil bagian dalam perwujudan dan hasil perbuatan bersama. Struktur kebersamaan manusiawi adalah benar, hanya kalau ia mengizinkan bukan hanya oposisi yang bertanggungjawab, melainkan juga mengizinkan adanya pengaruh yang baik dari oposisi, sebagaimana dituntut oleh kesejahteraan bersama dan hak partisipasi.
DALAM karangan ini kita perkenalkan partisipasi dalam arti khusus. Biasanya partisipasi menunjukkan suatu obyek di luar subyek, yaitu suatu segi eksternal. Kalau kita misalkan berkata bahwa penduduk desa berpartisipasi dalam pelebaran jalan, maka partisipasi menunjukkan segi eksternal dan dapat kita sebut partisipasi eksternal. Tetapi, partisipasi juga menunjuk kepada segi internal dan dapat kita sebut partisipasi internal. Partisipasi internal adalah suatu dimensi atau sifat internal dari manusia sebagai pribadi. Dalam karangan ini dikemukakan bahwa partisipasi internal tidak dapat dipisahkan dari manusia sebagai subyek karena adalah esensial, sedangkan partisipasi eksternal dapat tidak ada. Penduduk desa tersebut dapat tidak bersedia mengambil bagian dalam pelebaran jalan sehingga partisipasi eksternal tidak ada, tetapi partisipasi internal tetap ada.