Permasalahan
Masalah kesempatan kerja merupakan salah satu di antara tiga masalah besar yang harus ditanggulangi di dasawarsa-dasawarsa mendatang dalam kehidupan kita sebagai negara kebangsaan. Tiga masalah besar tersebut adalah sejajar dan kait-mengait satu dengan yang lainnya, yaitu: masalah pangan, kesempatan kerja dan pengembangan serta pengelolaan sumberdaya alam. Satu sama lain hal itu harus dilihat dalam hubungan dengan masalah penduduk.
Pertambahan penduduk di dunia pada umumnya, dan khususnya di Indonesia merupakan faktor dinamika yang paling penting. Faktor penduduk sangat mempengaruhi pola dan arah perkembangan masyarakat dan negara kita di masa datang. Mudah dapat mengerti bahwa dalam hubungan ini harus ditonjolkan pengaruhnya atas pengadaan rangkaian kebutuhan dasar yang meliputi pangan, sandang, pemukiman, kesehatan dan pendidikan. Pengadaan “paket” kebutuhan dasar tersebut secara total harus diperbesar karena penduduk semakin tambah. Peningkatan produksi pangan secara langsung ada sangkut pautnya dengan penggunaan serangkaian sumber alam sebagai sarana produksi yang penting, yaitu pemanfaatan, pemeliharaan dan pengamanan tanah garapan, sumberdaya air, sumber energi dan kemudian juga penyediaan sarana pupuk. Dalam pada itu masalah pengadaan, pangan tidak hanya terbatas saja pada produksi secara menyeluruh (dalam jumlah total) untuk memenuhi kebutuhan yang secara total juga bertambah. Segi yang sama penting artinya ialah sejauh mana daya beli nyata yang memadai pada sebagian besar penduduk, agar mereka dapat memperoleh jumlah produksi yang bersangkutan. Selain itu juga harus ditanggulangi masalah distribusi yang menyangkut penyimpanan dan pergudangan, pengangkutan, penyaluran hasil produksi pangan di antara penduduk konsumen yang dibutuhkannya.
Pendidikan dan kesehatan merupakan komponen-komponen pokok dalam pengertian “kebutuhan dasar”, sehingga harus dimasukkan dalam kategori ekonomi yang utama, di samping dan sejajar dengan pangan, sandang dan pemukiman. Segala sesuatu itu adalah sarana-sarana pokok untuk meningkatkan mutu manusia Indonesia dalam arti kata memperkuat daya fisiknya dan meningkatkan daya inteleknya.
Penduduk yang bertambah juga menambah angkatan kerja, hal mana keharusan untuk menciptakan lapangan kerja secara produktif. Segala sesuatu itu memerlukan pengembangan dan pengelolaan kekayaan alam yang tersedia bagi bangsa kita. Proses ini akan tergantung dari kemampuan bangsa kita untuk memanfaatkan, memelihara dan mengamankan kekayaan alam sebagai sumberdaya produksi. Pemenuhan kebutuhan pangan, penciptaan lapangan kerja yang produktif maupun pengembangan dan pengelolaan sumber alam dalam hal terakhir akan ditentukan oleh peningkatan mutu sumberdaya manusia Indonesia (kualitas sumber daya manusia), dalam arti peningkatan keterampilan teknis dan kecerdasan akademis. Dalam hubungan ini pendidikan mengambil peran kunci yang paling strategis.
Terlebih dahulu sebagai pengantar umum ingin dikemukakan beberapa pokok mengenai hubungan antara penduduk, kesempatan kerja dan sumber alam.
Penduduk dan angkatan kerja
Sampai akhir abad XX ini sebagian besar penduduk Indonesia terdiri dari golongan muda di bawah tingkat usia 25 tahun: 62% di tahun 1975, 60% di tahun 1985 dan 52% di tahun 2000. Angkatan kerja di Indonesia berjumlah 49 juta di tahun 1975 (Pulau Jawa 32 juta) dan diperkirakan menjadi 63 juta di tahun 1985 (Pulau Jawa 40 juta) dan hampir 90 juta di tahun 2000 (Pulau Jawa 53 juta). Artinya, selama periode 1975-1985 angkatan kerja akan bertambah dengan 11 juta (di Pulau Jawa dengan 8 juta) dan selama periode 1985-2000 dengan 27 juta (di Pulau Jawa dengan 11 juta).
Kecenderungan di atas yang menyangkut dinamika penduduk menunjukkan luasnya dan besarnya masalah kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan (nyata) yang harus ditanggulangi di dasawarsa-dasawarsa mendatang.
* Tulisan ini berdasarkan ceramah dalam rangkaian acara Dies Natalis IKIP Jakarta, tanggal 29 Mei 1979, dengan beberapa perubahan kecil.