Dunia pendidikan kita bagaikan sebuah mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tetapi hanya dengan melihat pada kaca spion, menggumuli dan mempelajari kebenaran-kebenaran ilmiah di masa lalu. Pendapat seperti itulah yang antara lain terdengar dalam diskusi angkatan muda di Prisma. Pendidikan di Indonesia juga dilihatnya sebagai hanya melayani kepentingan kelompok yang dominan saja.
Apakah pendidikan di Indonesia selama ini relevan dengan kenyataan yang ada dalam masyarakat? Jawaban pertanyaan inilah yang menjadi sentral pembicaraan dalam diskusi angkatan muda yang diselenggarakan Prisma di Jakarta dan Bandung belum lama berselang (diskusi di Yogyakarta tak sampai masuk ke masalah ini sebelum dihentikan). Dan perdebatan pun sampai pada perguruan tinggi teralienasi dari masyarakat atau tidak.