EDISI kali ini menyajikan masalah retail business (perdagangan eceran) sebagai tema pokok. Bidang ini, seperti dikatakan Hidayat — Anggota Dewan Produktivitas Nasional, dosen Fakultas Ekonomi dan Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Universitas Padjadjaran, Bandung — sebetulnya tidak banyak diselami secara lebih jauh selama ini.
Sektor Perdagangan adalah sektor yang sangat peka terhadap gelombang pasang surut perkembangan ekonomi nasional, dengan menggunakan tolok ukur konsep perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan data statistik pendapatan nasional terbitan Biro Pusat Statistik subsektor perdagangan besar dan eceran adalah satu di antara tiga subsektor ekonomi terbesar sebagai penyumbang PDB selama periode 1983-1985 (atas harga konstan 1983), di samping subsektor pertambangan dan penggalian minyak dan gas bumi, serta subsektor tanaman bahan makanan. Sumbangan subsektor perdagangan besar dan eceran ini terhadap PDB dalam periode itu mencatat angka 14%.
Edisi ini kami terbitkan untuk mengajak pembaca melihat secara lebih nyata masalah dan prospek perdagangan eceran itu dalam perekonomian nasional pada saat sekarang. Salah satu artikel yang kami sajikan, ditulis berdasarkan studi empirik di DKI Jakarta untuk bidang ini.
Tapi bukan hanya itu. Pada 27 Agustus 1987 ini, atas kerjasama Pemerintah DKI Jaya, Dewan Produktivitas Nasional, Asosiasi Pusat Pertokoan dan Perbelanjaan Indonesia (AP3I), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Cabang Jakarta Raya, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jaya, dan Majalah Prisma, diselenggarakan seminar “Prospek dan Pola Kebijaksanaan Perdagangan Eceran di DKI Jakarta: Menuju Modernisasi dan Produktivitas.” Seminar satu hari ini diselenggarakan di Ruang Bima Sakti, Hotel Kartika Plaza, Jl. Sudirman, Jakarta Pusat.
Selain itu, dari redaksi kali ini ada cerita tentang yang pulang dan yang pergi. Yang pulang ada satu orang, Daniel Dhakidae, dan yang pergi pun ada satu orang, Paulus Widiyanto.
Daniel Dhakidae, yang dahulu menjadi Ketua Dewan Redaksi jurnal ini kembali — untuk sementara — ke Indonesia, pada pertengahan Juli 1987. Dia bergabung dengan Prisma sejak 1976 hingga pertengahan 1984. Berangkat ke Amerika Serikat pada Agustus 1984, tahun ini, sebagai kandidat Ph.D. untuk political science dari Cornell University, Daniel pulang ke Indonesia untuk melakukan riset, buat penulisan tesis doktornya.
Dan cerita kepergian, adalah tentang rekan kami Paulus Widiyanto. Setelah bergabung dengan Prisma sejak 1983, mulai 1 Juni tahun ini dia mengundurkan diri dari Dewan Redaksi jurnal ini. Ketika di Prisma, Paulus menangani “Dialog”, rubrik yang isinya adalah hasil wawancara dengan berbagai sumber. Sebelum mengundurkan diri, Paulus masih terlibat dalam penyusunan salah satu laporan dari rangkaian diskusi Angkatan Muda, yang kami turunkan dalam edisi No. 6/1987, Juni yang lalu.
________________________________________________________________________________________________________________________
Pemimpin Umum: M. Dawam Rahardjo. Wakil Pemimpin Umum: Arselan Harahap, Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad, Wakil Pemimpin Redaksi: Masmimar Mangiang, Pemimpin Perusahaan: Aswab Mahasin, Wakil Pemimpin Perusahaan: Maruto MD, Sidang Redaksi: Aswab Mahasin, Edward S. Simandjuntak, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Sekretaris Redaksi: Poppy Soeyono, Tata Usaha/Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad, Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy, Produksi: Awan Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia; SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420, Telepon, 597211, Tromolpos 493, Jakarta 10002 Indonesia. Bank: Bukopin, Jakarta, Nomor Rekening 004 2457 4; BRI Cut Mutiah, Jakarta, Nomor Rekening 31 45 3034. Pencetak: PT Temprint; IBM Setting: Bagian Penerbitan LP3ES Jakarta; Anggota SPS. ISSN 0301 – 6269.