SEPERTI yang kami janjikan, pada nomor ini Prisma mengetengahkan “Suara Angkatan Muda” sebagai tema edisi. Dan ini adalah kali yang ketiga Prisma menyajikan masalah generasi muda sejak jurnal ini mulai diterbitkan akhir 1971 yang lalu. Kali yang pertama, dengan judul edisi “Pemuda dan Mahasiswa”, terbit pada bulan April 1973, ketika tahun kelima Pelita I baru saja dimulai. Keadaan pada awal masa pembangunan itu pulalah yang membuat artikel-artikel Prisma edisi yang dimaksud lebih memfokuskan pembicaraan pada masalah peranan dan potensi generasi muda dalam kehidupan bernegara dan penyelenggaraan pembangunan.
Tahun 1973 mencatat naiknya gejolak angkatan muda. Ia berakhir dengan meletusnya Peristiwa 15 Januari 1974. Untuk beberapa saat sesudah itu angkatan muda terlihat tenang. Namun, kampus kembali resah pada 1977. Periode itu adalah masa yang diapit oleh dua peristiwa politik berskala nasional: pemilihan umum (Mei 1977) dan Sidang Umum MPR (Maret 1978). Prisma edisi angkatan muda yang kedua terbit dalam masa seperti itu. Pembahasan yang disajikan juga lebih pada politik angkatan muda itu sendiri.
Keresahan dan gejolak kaum muda 1977/1978 itu berakhir pada pertengahan Januari 1978, ketika beberapa aktivis mahasiswa ditangkap, dan di luar kampus, beberapa surat kabar berpengaruh di Jakarta terkena “pelarangan terbit untuk sementara”. Sesudah itu, untuk masa yang hingga kini sudah berjalan hampir sepuluh tahun, suasana sudah jadi lain. Kampus tenang, dan berita tentang keresahan dan protes kaum muda di Indonesia tak pernah lagi ada. Lantas, apa yang terjadi dengan anak-anak muda — kaum yang dulunya dikenal kritis dan bisa jadi pemberang — itu, sekarang?
Yang terjadi, untuk sebagian, agaknya adalah keadaan seperti yang diinginkan bagaimana ia harus terjadi: mahasiswa belajar, kuliah, ujian, menamatkan pendidikan dan mencari pekerjaan sebagai “insan pembangunan”, seperti yang diistilahkan sekarang. Sistem Satuan Kredit Semester (SKS), antara lain, yang kini diterapkan konon tak membuka peluang bagi para mahasiswa untuk berpikir dan berbuat banyak tentang hal-hal yang berada di luar urusan sekolah.
Namun ia tak sepenuhnya demikian. Dalam beberapa tahun belakangan ini di kalangan mahasiswa dan generasi muda pada umumnya hidup suatu kecenderungan baru: mendirikan kelompok studi, tempat berdiskusi, memperdebatkan masalah-masalah kemasyarakatan, forum untuk exercise dan pengembangan intelektualitas. Sebagian yang lain, mencoba berbuat langsung dalam berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan di samping itu ada pula yang masih bertahan dengan organisasi ekstra ataupun intra universitas.
Mereka inilah yang diundang Prisma untuk berdiskusi, di Jakarta, Yogyakarta dan Bandung pada akhir April dan awal Mei yang lalu. Seperti sudah kami utarakan dalam edisi yang lampau, kalangan muda ini kami ajak berbicara tentang masalah-masalah kenegaraan; kesempatan kerja; pendidikan; organisasi dan aspirasi generasi muda; serta masalah-masalah masa depan. Mereka buka suara, berpendapat dan berargumen.
Isi diskusi di tiga kota itulah yang kami turunkan dalam edisi ini, sesuai dengan tema-tema masalah dalam diskusi, dalam bentuk laporan — yang tentu saja tidak rinci seperti diskusi tersebut berlangsung. Edisi ini, untuk sebagian besar penuh pendapat “angkatan muda” itu sendiri. Mudah-mudahan Anda dapat menyaksikan gambaran mereka, dan mendengarkan suara hatinya.
Pemimpin Umum: M. Dawam Rahardjo, Wakil Pemimpin Umum: Arselan Harahap, Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad, Wakil Pemimpin Redaksi: Masmimar Mangiang, Pemimpin Perusahaan: Aswab Mahasin, Wakil Pemimpin Perusahaan: Maruto MD, Sidang Redaksi: Aswab Mahasin, Edward S. Simandjuntak, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Paulus Widiyanto, Sekretaris Redaksi: Poppy Soeyono, Tata Usaha/Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad, Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy, Produksi: Awan Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia; SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.1/1986, 4 Maret 1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420, Telepon, 597211, Tromolpos 493, Jakarta 10002 Indonesia. Bank: Bukopin, Jakarta, Nomor Rekening 004 2457 4. Pencetak: PT Temprint; IBM Setting, Bagian Penerbitan LP3ES Jakarta; Anggota SPS. ISSN 0301 – 6269.