Prisma

Pengantar Redaksi

TAHUN 1996 dimulai dengan berbagai musibah yang datang silih berganti tanpa henti. Banjir, tabrakan kereta api, kapal laut tenggelam, pesawat udara tergelincir, gedung terbakar, kembali banjir dan musibah datang lagi. Pertanda apa? Memang banyak ramalan dan prakiraan. Tetapi siapakah pengamat ekonomi yang dapat meramalkan dengan jitu kenapa dan sampai batas berapa kenaikan harga cabai? Mengapa pupuk hilang dari pasar? Apakah mungkin pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri? Hal-hal itu telah terjadi dan apakah mungkin akan terjadi lagi? Awal tahun 1996 ini seolah-olah memancarkan suatu kemalangan di berbagai bidang kehidupan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Namun pesimistis seyogyanya tidak perlu terjadi. Kata orang, semua berputar dan mengelinding, naik turun, jatuh bangun dan seterusnya. Memang seolah-olah musibah adalah keberulangan yang tak dapat ditolak dan dihindari lagi. Namun rezeki adalah juga repetisi yang senantiasa dapat diraih. Keberhasilan yang pernah dan seringkali dicapai seperti membungkus dan sekaligus dibungkus oleh kegagalan. Namun ketidakberhasilan bukanlah petaka yang mesti diratapi. Kesuksesan pun bukanlah ceria yang cuma cukup ditepuki. Kedua-duanya adalah hasil dari sebuah kerja yang panjang dan berkesinambungan.

Dalam kasus musibah yang seolah-olah datang berentetandan menjadi pertanda atau warning bagi setiap orang bahwa ada suatu hal yang perlu direnungkan. Apalagi kalau malapetaka itu terjadi karena human error. Kealpaan pilot atau pun kecerobohan nahkoda dapat menimbulkan bencana dan kemalangan bagi banyak orang. Kelengahan orang mematikan skakelar listrik bisa menyulut api yang membakar dokumen penting negara. Sampah yang dibuang sembarangan di got dapat memampetkan aliran air. Hutan yang ditebang demi kepentingan devisa negara ternyata mengakibatkan pendakalan aliran sungai; akhirnya air bah datang menggenangi perumahan penduduk dan meludeskan padi di sawah yang sedang menguning.

Dalam konteks perusahaan, kegagalan atau pun kesuksesan usaha setiap tahun merupakan produk akhir dari seluruh jérih payah dan kerja keras seluruh karyawan dari manajemen puncak sampai karyawan paling bawah. Semua orang dalam perusahaan tersebut, baik langsung maupun tidak langsung, besar atau kecil, mempunyai andil bagi raihan sukses atau pun kegagalan.

Majalah Prisma tahun 1996 melangkah ke depan menuju usia ke-25 pada bulan November mendatang. Perjalanan yang sama-sama kita lakukan adalah tapakan menuju sebuah cita-cita. Apakah misi dan cita-cita yang diemban oleh majalah ini telah tercapai? Semua berpulang kepada kita pemilik dan pengemban cita-cita tersebut. Kami dan Anda adalah mitra dalam kesejajaran kerja menuju masa depan. Redaksi

_____________________________________________________________

Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, Anggota SPS. ISSN 0301-6269. SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/ D.I/1986, 4 Maret 1986

Pemimpin Umum: Arselan Harahap Pemimpin Perusahaan: Maruto MD. Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad Dewan Redaksi: Daniel Dhakidae (Ketua), Taufik Abdullah, M. Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, Rizal Ramli, Didik J. Rachbini, Vedi R. Hadiz Redaktur Pelaksana: Paulus Widiyanto Staf Redaksi: E. Dwi Arya Wisesa

Sekretaris Redaksi: Eriko Sustia Produksi: Arys Sutarman (Manajer), Awan Dewangga (Wakil Manajer), Yahya Sukaria, Idjas Saham, Teguh Supriyanto Pemasaran: Maruto MD. (Pjs. Manajer), M. Sholeh (Wakil Manajer) Iklan: Arys Sutarman Tata Usaha: Sudartoto (Kepala), Achmad Rifai, Masita Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420 Kotak Pos 6275/11062 Telepon Redaksi: 5663525 Pemasaran/Iklan: 5663527 Tata Usaha: 5667139, 5667141, 5674211 Fax.: (021) 5683785 Bank: BUKOPIN Cabang S. Parman Jakarta No. Rekening 14.0010. 2.003 BNI Cabang Senayan Jakarta No. Rekening 001.284.001 Pencetak: PT. Temprint (isi di luar tanggungjawab percetakan)

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan