BAIK benda padat, cair maupun gas mempunyai berbagai sifat. Salah satu di antara sifat tersebut adalah kemampuannya untuk bergerak. Manusia pun memiliki banyak sifat, termasuk cirinya yaitu senantiasa bergerak. Kumpulan orang yang tergabung dalam organisasi bahkan dirancang untuk melakukan kegiatan dan gerakan. Sifat dinamis dimiliki oleh entitas apa dan di mana pun.
Himpunan mahasiswa, kelompok petani, serikat pekerja dan kumpulan lainnya pasti memiliki tujuan bersama. Karena memiliki kepentingan bersama untuk memperbaiki nasibnya, sangat beralasan bila kelompok pekerja menuntut perbaikan upah. Tuntutan mereka kemudian diakomodasikan dalam bentuk perbaikan upah minimun regional. Kelompok petani berkumpul bersama untuk menjaga harta milik mereka yang utama, misalnya lahan pertanian, dari kemungkinan peralihan peruntukan tanah oleh kelompok lain. Karena perbedaan persepsi tentang besarnya ganti rugi tanah maka petani seringkali melakukan protes. Mereka menuntut agar hak miliknya dihargai oleh pihak lain dengan sepatutnya.
Banyak kelompok masyarakat melakukan unjuk rasa dan protes menuntut suatu keadilan. Tuntutan semacam ini adalah dinamika kehidupan yang wajar. Kalau seorang anak kecil me-rengek kepada orangtuanya untuk perkara sepele, hal itu merupakan langkah yang sepatutnya. Bila kelompok pekerja menuntut perbaikan upah kepada majikannya, cara mereka adalah pada tempatnya. Jika sekelompok masyarakat terdidik menuntut kebebasan ilmiah kepada pemerintah, seruan ini pun tidak salah alamat. Kepada siapa lagi tuntutan itu harus diarahkan andaikata persoalan yang berkembang memang terkait dengan pemerintah?
Dalam beberapa kasus, kadang-kadang situasi dan kondisi sedang tidak kondusif terhadap gejolak tuntutan sehingga banyak persoalan selalu dilabelkan bermuatan politik. Banyak orang kecewa karena tuntutan dan aspirasi tidak terjawab dan tertampung secara proporsional karena dugaan terhadap muatan politik lebih menonjol daripada upaya penyelesaian masalah utamanya. Bahwa kewaspadaan diperlukan dalam menilai perkembangan dan gejolak masyarakat, hal ini sama-sama kita sepakati, namun tetap dalam kerangka ukuran yang wajar. Sebab bila semua gejolak masyarakat diamati dengan bingkai kecurigaan, maka kita dapat terperangkap dan terjebak dalam kekeliruan penilaian.
Dinamika gerakan masyarakat Indonesia sekarang sebenarnya harus direkam oleh para wakil rakyat karena secara konstitusional tugas mereka memang demikian. Mereka tidak boleh mengingkari dan mangkir dari tugas tersebut. Barangkali aspirasi dan tuntutan kelompok-kelompok masyarakat akhir-akhir ini merupakan pekerjaan rumah bersama yang patut diselesaikan dengan kearifan yang tinggi. Mereka adalah bagian dari rakyat Indonesia yang memerlukan perhatian. Dinamika mereka patut dipelihara. Redaksi
_________________________________________________________
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, Anggota SPS. ISSN 0301-6269 SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986
Pemimpin Umum: Arselan Harahap Pemimpin Perusahaan: Maruto MD. Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad Dewan Redaksi: Daniel Dhakidae (Ketua), Taufik Abdullah, M. Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, Rizal Ramli, Didik J. Rachbini, Vedi R. Hadiz Redaktur Pelaksana: Paulus Widiyanto Staf Redaksi: E. Dwi Arya Wisesa Sekretaris Redaksi: Eriko Sustia
Produksi: Arys Sutarman (Manajer), Awan Dewangga (Wakil Manajer), Yahya Sukaria, Idjas Saham, Teguh Supriyanto Pemasaran: Maruto MD. (Pjs. Manajer), M. Sholeh (Wakil Manajer) Iklan: Arys Sutarman Tata Usaha: Sudartoto (Kepala), Achmad Rifai, Masita Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420 Kotak Pos: 6275/11062 Telefon Redaksi: 5663525 Pemasaran/Iklan: 5663527 Tata Usaha: 5667139, 5667141, 5674211 Fax.: (021) 5683785 Bank: BUKOPIN Cabang S. Parman Jakarta No. Rekening: 14.0010.2.003 BNI Cabang Senayan Jakarta No. Rekening: 001.284.001 Pencetak: PT. Temprint (isi di luar tanggungjawab percetakan)