ASPEK perencanaan, dalam sebuah organisasi, menempati prioritas utama, selain aspek-aspek lain seperti pelaksanaan dan pengawasan. Sebagai sebuah organisasi yang besar, negara yang memiliki bermacam-macam tujuan dan cita-cita luhur, juga tidak dapat melepaskan diri dari pentingnya aspek perencanaan, apalagi hal itu terkait dengan upaya-upaya mensejahterakan kehidupan seluruh rakyat. Sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan, maka Republik Indonesia sejak awal sampai sekarang senantiasa menempatkan aspek perencanaan pembangunan pada posisi yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada tahun 1947 Presiden Soekarno membentuk Panitia Pemikir Siasat Ekonomi yang diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta, yang melahirkan Dasar Pokok Daripada Plan Mengatur Ekonomi Indonesia. Selanjutnya secara sektoral I.J. Kasimo merancang Plan Produksi Tiga Tahun RI 1948-1950, meliputi bidang-bidang pertanian, peternakan, perindustrian dan kehutanan, yang selanjutnya diikuti oleh Rencana Kesejahteraan, Rencana Kesejahteraan Istimewa dan Rencana Urgensi untuk Perkembangan Industri 1951-1952. Kemudian dibentuk Dewan Perancang Nasional (Depertnas) yang berhasil menyusun Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana 1961-69. Depertnas ini menjadi cikal bakal Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pada era Orde Baru Bappenas merancang Pembangunan Jangka Panjang 25 Tahun, yang selanjutnya dirinci dalam periodisasi Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Dari deskripsi ini Indonesia telah memiliki tradisi perencanaan pembangunan nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah.
Perkembangan situasi masyarakat, terutama antisipasi pada masa-masa mendatang, memperlihatkan kecenderungan situasi yang sangat berbeda dengan masa sebelumnya. Era globalisasi dan terutama era perdagangan bebas pada abad XXI mendatang akan lebih memperbesar peran swasta dalam perekonomian dan memperkecil peran pemerintah. Karena itu perencanaan pembangunan nasional perlu ditata agar lebih fleksibel dengan tuntutan perkembangan perekonomian global di masa mendatang. Pembangunan Jangka Panjang 25 tahun Tahap II akan lebih kenyal dan harus adaptif terhadap perubahan perekonomian dunia.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-25, Majalah Prisma bekerjasama dengan Bappenas memilih topik khusus Perencanaan Pembangunan, untuk menggugah dialog publik di kalangan pejabat pemerintah, akademisi, praktisi dan semua pihak yang memiliki komitmen pada pembangunan nasional. Berbagai artikel yang ditulis dalam nomor ini kiranya dapat merangsang munculnya pemikiran-pemikiran baru yang dapat memperkuat arti penting perencanaan pembangunan dalam konteks kehidupan bangsa dan negara. Redaksi.
________________________________________________________________
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, Anggota SPS. ISSN 0301-6269 SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/ SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986
Pemimpin Umum: Arselan Harahap Pemimpin Perusahaan: Maruto MD. Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad Dewan Redaksi: Daniel Dhakidae (Ketua), Taufik Abdullah, M. Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, Rizal Ramli, Didik J. Rachbini, Vedi R. Hadiz Redaktur Pelaksana: Paulus Widiyanto Staf Redaksi: E. Dwi Arya Wisesa Sekretaris Redaksi: Eriko Sustia
Produksi: Arys Sutarman (Manajer), Awan Dewangga (Wakil Manajer), Yahya Sukaria, Idjas Saham, Teguh Supriyanto Pemasaran: Maruto MD. (Pjs. Manajer), M. Sholeh (Wakil Manajer) Iklan: Arys Sutarman Tata Usaha: Sudartoto (Kepala), Achmad Rifai, Masita Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420 Kotak Pos 6275/11062 Telefon Redaksi: 5663525 Pemasaran/Iklan: 5663527 Tata Usaha: 5667139, 5667141, 5674211 Fax.: (021) 5683785 Bank: BUKOPIN Cabang S. Parman Jakarta No. Rekening 14.0010. 2.003 BNI Cabang Senayan Jakarta No. Rekening 001.284.001 Pencetak: PT. Temprint (isi di luar tanggungjawab percetakan)