Prisma

Pengantar Redaksi

SECARA geografis karakteristik menonjol bentuk wilayah Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari puluhan pulau besar dan puluhan ribu pulau kecil. Sebagian terbesar dari 200 juta rakyat Indonesia tinggal di pulau Jawa dan pulau Sumatera di kawasan Barat sedangkan sebagian kecil mendiami Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Irian Jaja di kawasan Timur. Masalah yang dihadapi oleh negara kepulauan tampaknya cukup kompleks dibandingkan dengan persoalan yang dihadapi negara-negara daratan dan kota. Keterbatasan sarana dan prasarana transportasi merupakan masalah yang menyebabkan mahalnya biaya angkut-an dan mempersempit mobilitas manusia. Produksi barang-barang di daerah tidak dapat dipasarkan secara cepat karena keterbatas-an sarana transportasi dan ketidakrutinan kedatangan angkutan laut di Indonesia Timur. Pemandangan semacam ini tentu saja sangat berlainan dengan wajah dinamika penduduk di Jawa dan Sumatera yang tampak sudah menyatu secara sosial dan ekonomi.

Tatkala kita bertekad ingin menggerakkan dinamika sosial ekonomi wilayah Timur agar menyatu dengan wilayah Barat dalam satu kesatuan sosial ekonomi Indonesia ternyata di dalamnya ada kendala kuantitas dan kualitas sumber daya manusia. Tidak hanya jumlah penduduknya sangat sedikit, tempat tinggal mereka pun terpencar-pencar dalam kantong-kantong permukiman, sehingga tidak menjadi kesatuan dinamika pasar yang potensial. Kurang memadainya kualitas SDM juga amat berpengaruh terhadap kemampuan inisiatif, kreatif dan inovatif bagi penciptaan kegiatan ekonomi. Kalau pun kini dibangun berbagai industri dan per-tambangan di wilayah Timur Indonesia, seperti paberik plywood, minyak bumi, tembaga dan lain-lain, namun sektor-sektor itu berada di luar jangkauan kemampuan sebagian terbesar penduduknya. Memang migrasi tenaga kerja ke wilayah Timur cukup besar, dan mereka menjadi pasar bagi produk pertanian penduduk lokal. Transmigrasi pun telah memindahkan banyak petani asal Jawa ke Irian Jaya, namun program itu baru memberi manfaat kepada kesejahteraan para tunakisma asal Jawa, belum sampai “mendinamisasikan” kegiatan sosial ekonomi masyarakat bawah.

Ketimpangan sosial ekonomi antara wilayah Timur dan wilayah Barat ingin dipecahkan melalui pendekatan pembangunan regional. Kini sudah ditetapkan 13 kawasan pengembangan ekonomi terpadu (Kapet) di kawasan timur Indonesia, bahkan dikaitkan pula dengan pusat-pusat pertumbuhan lain seperti kerjasama regional. Berbagai komoditas unggulan juga telah diinventarisasi-kan di masing-masing Kapet. Agar semua keinginan dan tekad itu berhasilguna tentu saja kita harus melibatkan keikutsertaan masyarakat lokal dalam rekayasa dinamika sosial ekonomi kawasan Timur Indonesia. Redaksi

________________________________________________________________

Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, Anggota SPS. ISSN 0301-6269 SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/ SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986

Pemimpin Umum: Arselan Harahap Pemimpin Perusahaan: Maruto MD. Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad Dewan Redaksi: Daniel Dhakidae (Ketua), Taufik Abdullah, M.Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, Rizal Ramli, Didik J. Rachbini, Vedi R. Hadiz Redaktur Pelaksana: Paulus Widiyanto Staf Redaksi: E. Dwi Arya Wisesa Sekretaris Redaksi: Eriko Sustia

Produksi: Arys Sutarman (Manajer), Awan Dewangga (Wakil Manajer), Yahya Sukaria, Idjas Saham, Teguh Supriyanto Pemasaran: Maruto MD. (Pjs. Manajer), M. Sholeh (Wakil Manajer) Iklan: Arys Sutarman Tata Usaha: Sudartoto (Kepala), Achmad Rifai, Masita Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420 Kotak Pos 6275/11062 Telefon Redaksi: 5663525 Pemasaran/Iklan: 5663527 Tata Usaha: 5667139, 5667141, 5674211 Fax.: (021) 5683785 Bank: BUKOPIN Cabang S. Parman Jakarta No. Rekening 14.0010. 2.003 BNI Cabang Senayan Jakarta No. Rekening 001.284.001 Pencetak: PT. Temprint (isi di luar tanggungjawab percetakan)

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan