Prisma

PENGANTAR REDAKSI

PADA tahap pembangunan sekarang, yang ditandai oleh kelesuan ekonomi yang berkelanjutan, dan penurunan kemampuan pemerintah untuk membiayai pembangunan, pengembangan keswadayaan dan inisiatif lokal menjadi penting. Tetapi hal ini menjadi problematis karena kenyataan bahwa strategi pembangunan yang ditempuh selama ini justru bertumpu pada peranan pemerintah yang dominan. Di masa lalu sumber-sumber dana yang melimpah telah memungkinkan pemerintah untuk memainkan peranan yang dominan ini. Melalui strategi pembangunan yang tersentralisasikan, cenderung padat modal, dan berorientasi pada pertumbuhan, pemerintah hendak merealisasikan gagasan yang mendasari teori “penetesan ke bawah.”
Selama dasawarsa 1970-an, pada masa puncak strategi semacam ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) justeru tampil sebagai penganjur bentuk pembangunan alternatif yang lebih didasari oleh keyakinan terhadap potensi yang ada pada masyarakat sendiri, terutama golongan miskin. Dengan strategi yang lebih grassroots, LSM berusaha untuk menggalang potensi laten yang cenderung tak terjamah dalam strategi “penetesan ke bawah” yang dominan itu.
Kesulitan-kesulitan ekonomi yang dialami sejak awal 1980-an, dan kurang menunjang kelanjutan strategi “penetesan ke bawah”, kini menempatkan upaya alternatif yang dirintis LSM pada posisi yang lebih penting. Lebih banyak harapan kini ditujukan pada LSM, baik oleh masyarakat maupun pemerintah dibandingkan dengan pada masa lalu. Sejalan dengan itu, LSM juga telah mengalami perkembangan dalam perjalanan hidup, yang memang tidak lepas dari kritik. Kadang-kadang disinyalir bahwa beberapa LSM telah menjadi lebih besar, agak terbirokratisasi, kurang luwes, serta kurang peka terhadap kebutuhan masyarakat strata bawah yang menjadi kelompok sasarannya. Ketergantungan pada dana dan proyek dari lembaga donor serta pemerintah, yang memang sulit dihindari, tentu telah berperan dalam menciptakan keadaan ini. Oleh karena itu, saat kegiatan yang dilakukannya justeru menjadi lebih signifikan, LSM menghadapi sejumlah tantangan internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap efektivitasnya. Tampaknya LSM kini berada pada saat yang sangat menentukan dalam perjalanan hidupnya, sehingga suatu usaha mendalam untuk mendefinisikan kembali peranannya, serta menentukan posisinya dalam masyarakat, mungkin telah tiba waktunya.
Dengan latarbelakang seperti itu, dalam edisi Prisma kali ini, tema “Lembaga Swadaya Masyarakat” kami ketengahkan. Pada berbagai tulisan dalam edisi ini, termuat suatu profil keadaan LSM yang cukup komprehensif, beserta segala rintangan yang dihadapi maupun prospeknya di masa depan. Amir Effendi Siregar memberikan ulasan mengenai pola hubungan antar LSM, hubungan LSM dengan pemerintah dan lembaga donor, serta hubungan antara LSM dengan masyarakat. Peter Hannam, peneliti dari Australia, melakukan evaluasi yang kritis terhadap efektivitas keorganisasian LSM dalam mengembangkan strategi pembangunan grassroots. M.M. Billah dan Abdul Hakim G. Nusantara, dua tokoh senior dalam dunia LSM Indonesia, berusaha meramalkan dampak kebijaksanaan pemerintah yang baru terhadap kegiatan LSM. Dari berbagai tulisan tersebut, tampaknya dapat diperoleh gambaran yang realistis tentang potensi dan keterbatasan LSM dalam mengembangkan bentuk pembangunan alternatif yang berdasarkan keswadayaan masyarakat.
Redaksi sedang menyiapkan “Sejarah Politik Islam” sebagai tema edisi berikut. Redaksi


Pemimpin Umum: Arselan Harahap, Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad, Wakil Pemimpin Redaksi: Masmimar Mangiang, Pemimpin Perusahaan: Maruto MD, Sidang Redaksi: Aswab Mahasin, Edward S. Simandjuntak, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Vedy R. Hadiz, Sekretaris Redaksi: Poppy Soeyono, Tata Usaha/Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad, Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy. Produksi: Awan Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia: SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420, Telepon, 597211. Tromolpos 493, Jakarta 10002 Indonesia. Bank: BUKOPIN, Cabang S. Parman, Jakarta Nomor Rekening 004.0010.5 Pencetak: PT Temprint; IBM Setting: Bagian Penerbitan LP3ES Jakarta; Anggota SPS. ISSN 0301 – 6269.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan