PERJALANAN sejarah politik Islam di Indonesia, sejak awal abad XX hingga kini, melintasi garis yang naik turun. Delier Noer, dalam artikelnya – yang mencoba menelusuri kedudukan dan peran umat Islam di Indonesia dalam politik – pada edisi ini, menulis, “Barangkali lebih banyak surutnya dari pasangnya.”
Prisma No. 5/1988 ini menyajikan sejarah politik Islam di Indonesia sebagai tema pokok. Tema tersebut memang bukan tema baru, bahkan dapat dikatakan bahwa masalahnya sudah banyak dibahas serta diketahui orang.
Namun tidaklah berarti bahwa edisi ini adalah pengulangan edisi sebelumnya. Dalam nomor ini kami sajikan tiga artikel utama. Di samping artikel Delier Noer, sebuah artikel lainnya – ditulis oleh A. Syafii Maarif – menelaah politik Islam pada masa antara permulaan kemerdekaan hingga berakhirnya era demokrasi terpimpin, masa yang ditutup dengan kejatuhan Soekarno dari singgasana kekuasaan dan munculnya Orde Baru. Kesimpulannya; kekalahan-kekalahan politik yang dialami pihak Islam dalam pergumulannya dengan kekuatan sejarah kontemporer Indonesia, barangkali cukup dapat dijadikan alasan untuk mencari format baru bagi keterlibatan Islam dalam membangun kehidupan bangsa Indonesia yang sehat lahir batin.
Artikel ketiga, ditulis oleh M. Nasir Tamara, menelaah keberadaan Islam dan politik Islam selama Orde Baru. Dalam masa kedewasaan Orde Baru, tulis Nasir, Islam tetap memainkan peranan penting. Peranan yang sekarang berbentuk lain, malah lebih kompleks, lebih besar, dan tidak lagi sekadar politik.
Dipahami adanya kenyataan bahwa tidak ada jalan keluar yang sempurna dan ideal yang bisa diambil dari contoh sukses di negara-negara lain. Sebuah jalan sendiri, yang dipikirkan secara mandiri dengan memperhitungkan sejarah nasional Indonesia dan perjalanan geopolitis dunia, sedang dirambah.
Agaknya tema ini selalu menarik perhatian banyak orang. Prisma sendiri, sejak awal terbitnya – akhir 1971 – hingga sekarang, sudah menyajikan berbagai artikel tentang Islam. Pembahasan tentang Islam dapat jumpai dalam edisi “Iman, Amal dan Pembangunan” yang kami terbitkan sebagai edisi No. 4/IV, Agustus 1975. Edisi tersebut dapat dikatakan sebagai usaha pertama Prisma mengetengahkan pembahasan masalah-masalah pembangunan ditinjau hubungannya dengan aspek keagamaan dan kepercayaan. Berikutnya, pada edisi No. 5/VII, Juni 1978, kami menerbitkan edisi “Agama dan Pembangunan”, dalam edisi mana pembahasan tentang Islam juga tersaji.
Edisi khusus tentang Islam, pertama-tama diterbitkan pada No. 4/XIII, April 1984, dengan judul edisi “Islam: Mencari Model Politik.” Pada tahun yang sama, sebagai edisi ekstra kami terbitkan pula Prisma dengan tema “Arah Baru Islam: Suara Angkatan Muda.” Mudah-mudahan saja semua edisi dan artikel-artikel yang sudah kami terbitkan itu, menambahkan pemahaman dan wawasan Anda tentang Islam di Indonesia, beserta perjuangannya memfungsikan Islam sebagai kekuatan integratif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Redaksi
_____________________________________________________________________
Pemimpin Umum: Arselan Harahap, Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad, Wakil Pemimpin Redaksi: Masmimar Mangiang. Pemimpin Perusahaan: Maruto MD, Sidang Redaksi: Aswab Mahasin, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Vedi R. Hadiz. Sekretaris Redaksi: Poppy Soeyono, Tata Usaha/Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad, Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy. Produksi: Awan Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia: SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420, Telepon, 597211. Tromolpos 493, Jakarta 10002 Indonesia. Bank: BUKOPIN, Cabang S. Parman, Jakarta Nomor Rekening 004.0010.5 Pencetak: PT Temprint; IBM Setting: Bagian Penerbitan LP3ES Jakarta; Anggota SPS. ISSN 0301 – 6269.