Prisma

PENGANTAR REDAKSI

ANDA agaknya sependapat dengan kami untuk mengatakan bahwa bahasa berkaitan dengan dinamika masyarakatnya. Di dalamnya, sudah tentu termasuk persoalan politik dan kekuasaan.

Hanya saja, untuk masalah ini ada kenyataan yang mungkin perlu kita catat. Selama ini, studi tentang bahasa dan studi tentang masyarakat yang dilakukan para sarjana kita masih terpisah satu sama lain. Walau sudah banyak usaha dikerahkan untuk mempelajari kaitan antara bahasa dengan masyarakat, hingga kini belum cukup terbina upaya ilmiah untuk secara khusus menelaah bagaimana kaitan itu terjalin, baik secara teoritis maupun secara empirik. Dan biasanya kaitan itu hanya disinggung sebagai subtema dikala orang melakukan salah satu dari studi itu tadi.

Prisma edisi “Bahasa dan Perubahan Masyarakat” ini, mencoba mengajak Anda untuk secara khusus mengaji persoalan tersebut sebagai fokus utama.

Dalam nomor ini dapat diikuti artikel “Berjangkitnya Bahasa-Bangsa di Indonesia“, ditulis oleh Ariel Heryanto MA, dari Departemen Mata Kuliah Umum dan Program Pasca Sarjana, Universitas Kristen Satyawacana, Salatiga, Jawa Tengah, Ariel yang untuk nomor ini membantu Redaksi dalam menyusun rancangan isi edisi, dalam artikelnya mengajukan pendapat bahwa sebelum masa kolonial masyarakat Nusantara tidak mengenal pengertian “bahasa”, dan mereka memang tidak “berbahasa” dalam pengertian yang kita kenal sekarang. Dengan kata lain, “bahasa” bukanlah suatu kategori yang universal. Sejarah terbentuknya bahasa di lingkungan masyarakat berkaitan erat dengan transformasi sosial besar-besaran yang mengubah seluruh jagad dan hakekat manusia dalam masyarakat yang bersangkutan.

Penulis lain ialah Dr. Riga Adiwoso Suprapto. Dia menyajikan tulisan dengan judul “Perubahan Sosial dan Perkembangan Bahasa: Pandangan Sosiolinguistik“. Dr. Dede Oetomo dari Universitas Airlangga, menulis artikel “Bahasa Indonesia dan Kelas Menengah Indonesia“. Dia membahas kaitan antara pertumbuhan dan dinamika “kelas” dalam masyarakat dengan perkembangan bahasa Indonesia. Satu artikel lagi, ditulis oleh Darmanto Jatman dari Universitas Diponegoro. Judulnya “Politik Bahasa Keindahan“.

Sudah barang tentu, sebagaimana edisi-edisi yang lain, tema pokok yang disajikan lewat berbagai artikel tadi kami bicarakan pula dengan beberapa narasumber yang berkompeten tentang itu. Hasil wawancara dengan mereka – Prof. Anton M. Moeliono, Dr. Sudjoko, Mochtar Lubis, Dr. Toeti Heraty Noerhadi dan Prof. Khaidir Anwar – dapat Anda ikuti dalam rubrik “Dialog“.

Tema yang kami sajikan ini mungkin saja tidak terkover seutuh seperti yang direncanakan. Setidak-tidaknya, ia diharapkan dapat membawa kita semua mendekati persoalan yang jarang ditelaah secara khusus ini. Redaksi

___________________________________________________________________________

Pemimpin Umum: Arselan Harahap • Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad • Wakil Pemimpin Redaksi: Masmimar Mangiang • Pemimpin Perusahaan: Maruto MD • Sidang Redaksi: Aswab Mahasin, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Vedi Renandi Hadiz • Sekretaris Redaksi: Poppy Soeyono • Tata Usaha/Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad • Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy • Produksi: Awan-Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.

Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia. SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420, Telepon, 597211. Tromol pos 493, jakarta 10002, Indonesia. Bank: BUKOPIN, Cabang S. Parman, Jakarta, Nomor Rekening 004.0010.5 Pencetak: PT Temprint; IBM Setting: Bagian Penerbitan LP3ES Jakarta; Anggota SPS. ISSN 0301 – 6269.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan