EDISI ketenagakerjaan kali ini ditampilkan Prisma dengan pertimbangan betapa penting dan strategisnya masalah ini serta letak persoalannya yang lebih kritis dibandingkan dengan masalah-masalah lainnya. Yang ingin diteropong lebih jauh adalah bagaimana proses transformasi ketenagakerjaan berlangsung di dalam kerangka sistem ekonomi, sehingga muncul pemahaman sebenarnya terhadap berbagai hal yang positif maupun negatif dari proses tersebut.
Kita perlu memiliki semacam sensitivitas terhadap persoalan ini karena tidak selamanya pertumbuhan memunculkan perbaikan. Itulah sebabnya kita kemudian mengenal apa yang disebut dengan proses pertumbuhan tanpa pembangunan (growth without development). Sektor ketenagakerjaan bisa dilihat dari perspektif ini, karena proses transformasinya jauh tertinggal dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya di dalam struktur ekonomi.
Latar belakang perbincangan masalah ketenagakerjaan ini bisa mengacu pada beberapa pertanyaan yang mungkin muncul. Bagaimana sesungguhnya keadaan tenaga kerja di masing-masing sektor di dalam sistem ekonomi nasional? Bagaimana proses transformasi yang sesungguhnya terjadi dalam kurun dua dasa warsa terakhir ini? Di mana sesungguhnya letak peluang dan hambatan dari proses tersebut?
Edisi Prisma kali ini mencoba menganalisa sejauh mana peranan masing-masing sektor, khususnya sektor modern dalam menyangga persoalan ketenagakerjaan. Ini tentu sangat terkait dengan masalah pembangunan ekonomi secara keseluruhan dan strategi yang dipilih. Yang menjadi pertanyaan terakhir adalah bagaimana sikap dan langkah yang ditempuh pemerintah dalam menghadapi persoalan ketenagakerjaan, yang nampaknya akan lebih berat lagi dalam kurun 5 (lima) tahun selama Pelita V ini.
Analisa tentang keadaaan dan kondisi ketenagakerjaan di sektor pertanian, industri, sektor informal, dan beberapa sektor lainnya merupakan bahasan tema dari edisi tentang ketenagakerjaan ini. Tetapi substansi yang ingin dilihat tidak lain adalah transformasi itu sendiri, peta permasalahan dan peluangnya di masa mendatang. Penelusuran masalah seperti ini dianggap penting agar perencanaan ketenagakerjaan dilakukan atas dasar peta masalah yang sebenarnya. Dengan demikian kita tidak hanya mengais permasalahan di pinggiran, tetapi menukik pada akar persoalannya.
Pendekatan penyajian untuk sampai pada keutuhan kerangka semacam itu, memang menghadapi banyak kendala dan membutuhkan suatu studi yang intensif dan integratif. Tetapi hasil maksimal yang bisa dicapai dari berbagai tulisan, yang disajikan oleh para penulis ahli di bidangnya, telah memperjelas dan memberi pemahaman baru tentang peta masalah dan akar persoalan ketenagakerjaan di Tanah Air.
Ketika masalah ketenagakerjaan masih menjadi sebuah kontroversi berkepanjangan, Prisma berusaha tampil memberikan sumbangan pemikirannya. Penilaian akhir dari usaha ini tentunya terpulang sepenuhnya kepada pembaca. Redaksi
Pemimpin Umum: Arselan Harahap • Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad • Pemimpin Perusahaan: Maruto MD • Sidang Redaksi: Aswab Mahasin, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Vedi Renandi Hadiz • Sekretaris Redaksi: Tri Erni Lestari • Tata Usaha/ Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad • Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy • Produksi: Awan Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia. SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakara 11420, Telepon, 597211. Tromol pos 493, Jakarta 10002 Indonesia. Bank: BUKOPIN, Cabang S. Parman, Jakarta, Nomor Rekening 004.0010.5 Pencetak: PT Temprint; IBM Settling: Bagian Penerbitan LP3ES; Anggota SPS. ISSN 0301 – 6269.