BANYAK negara di dunia menyatakan bahwa jangkauan pelayanan kesehatan dasar merupakan kebutuhan dasar kehidupan keempat, bersama-sama pangan, sandang dan papan. Indonesia sendiri telah menyatakan bahwa kesehatan merupakan hak setiap warganya. Dan organisasi kesehatan sedunia (WHO) pada tahun 1978 telah mencanangkan pernyataan global “Kesehatan untuk Semua Tahun 2000”.
Pembanguan kesehatan di Tanah Air ditujukan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk, agar mereka dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dalam 20 tahun terakhir ini, pembangunan kesehatan telah menunjukkan hasil yang mengesankan. Angka kelahiran dan kematian telah menurun, umur harapan hidup meningkat, sebagian penyakit menular telah dapat dihilangkan dan sarana pelayanan kesehatan makin banyak jumlahnya.
Seiring dengan hasil yang telah dicapai, sektor kesehatan dihadapkan pula dengan berbagai tantangan, sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan oleh masyarakat pedesaan ternyata masih rendah. Dan kesehatan lingkungan penduduk, pada gilirannya telah mengubah pola penyakit yang ada, di samping kecenderungan perubahan kelompok umur dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan. Selain itu, menjelang tahun 2000, permintaan pelayanan akan bertambah tinggi dan teknologi kesehatan akan semakin canggih guna menangani perubahan pola penyakit tertentu. Ini semua akan membawa dampak meningkatnya biaya kesehatan. Dan di Indonesia, biaya kesehatan hanya mencapai 2,5% dari PDB. Kalau dikaitkan dengan laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi biaya kesehatan, tampak bahwa penduduk golongan miskin di pedesaan makin tidak dapat menikmati pelayanan kesehatan yang ada. Hal ini jelas menimbulkan kepincangan pelayanan antara penduduk miskin di pedesaan dan penduduk kaya di perkotaan.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, disiplin ilmu ekonomi kesehatan sebagai salah satu cabang ilmu ekonomi yang relatif baru, kini sudah mulai digunakan. Penelitian dan analisa ekonomi kesehatan akan sangat membantu menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi operasional dan efisiensi alokasi, secara adil dan merata. Pendekatan disiplin ilmu ekonomi kesehatan tidak mengabaikan aspek-aspek sosial dari sektor kesehatan itu sendiri.
Bekerjasama dengan Unit Analisa Kebijaksanaan dan Ekonomi Kesehatan Depkes RI dan Perhimpunan Peminat Ekonomi Kesehatan Indonesia (PPEKI), edisi Prisma kali ini menampilkan tema “Kesehatan untuk Semua”, dilihat dari displin ilmu ekonomi kesehatan berikut aplikasinya. James R. Jeffers, penasehat pada unit tersebut, mengungkapkan sejauh mana faktor-faktor penawaran, permintaan dan ekonomi sosial mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan di bidang kesehatan. Kemudian, Aris Ananta dan Ismail Budhiarso, masing-masing dari FE-UI, menulis tentang kaitan antara kesehatan, sumberdaya manusia dan pembangunan ekonomi. Sedangkan Brotowasisto, Dirjen Pelayanan Medik Depkes RI, menguraikan keadaan, masalah dan prospek pembangunan kesehatan di Indonesia. Sementara itu, Ascobat Gani, tenaga ahli pada unit yang sama, membahas kecenderungan biaya kesehatan, faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan biaya kesehatan serta alternatif mobilisasi dana kesehatan yang perlu ditempuh. Dan akhirnya, Slamet Soesilo, Dirjen POM Depkes RI, menyajikan kebijaksanaan di bidang obat-obatan, khususnya program obat generik, agar harga obat dapat dijangkau oleh masyarakat secara lebih luas.
Edisi Prisma ini juga dilengkapi dengan rubrik Dialog, baik hasil wawancara redaksi maupun lokakarya yang khusus diselenggarakan untuk menunjang tema ini. Dan untuk mengisi rubrik Esai Kita, 2 buah tulisan singkat disajikan masing-masing oleh A. Ridwan Malik dan Kartono Mohamad. Selain menulis esai, A. Ridwan Malik juga sekaligus menjadi redaktur tamu untuk edisi ini. Dan rubrik Tinjauan Buku, diisi dengan pembahasan sebuah buku yang menyajikan berbagai persoalan ekonomi kesehatan di negara-negara yang sedang berkembang. Redaksi
Pemimpin Umum: Arselan Harahap ● Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad ● Pemimpin Perusahaan: Maruto MD ● Dewan Redaksi: Aswab Mahasin, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Vedi Renandi Hadiz ● Staf Redaksi: Ade Armando, Nur Iman Subono ● Sekretaris Redaksi: Tri Emi Lestari ● Tata Usaha/Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad ● Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy ● Produksi: Awan Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420, Telepon, 597211. Tromol pos 493, Jakarta 10002 Indonesia. Bank: BUKOPIN, Cabang S. Parman, Jakarta, Nomor Rekening 004.00105 Pencetak: PT Temprint; IBM Setting: Bagian Penerbitan LP3ES Jakarta; Anggota SPS. ISSN 0301 – 6269.