Prisma

PENGANTAR REDAKSI

MEMBENDUNG kenaikan biaya produksi, belakangan ini menjadi masalah memusingkan bagi setiap orang yang menyiapkan produk yang akan ditawarkan dalam pasar. Pada galibnya, persoalan ini begitu sulit diatasi. Kita dalam kenyataannya sering dipaksa menyerah oleh gejolak naik berbagai komponen biaya tersebut. Ia terasa begitu menekan. Kami di Prisma, sama halnya dengan media yang lain-lain, tak luput dari tekanan seperti itu.

Kalau bulan ini kami mengumumkan kenaikan harga Prisma dari Rp 1.500 per eksemplar menjadi Rp 2.000, sebetulnya kami mengatakan sesuatu yang amat sulit untuk dikemukakan. Bagi kami, menaikkan harga majalah ini merupakan tindakan teramat pelik yang membutuhkan pertimbangan lama serta penghitungan berkali-kali. Harga baru ini sebetulnya ketetapan yang kami tunda, yang seharusnya sudah diterapkan pertengahan tahun lampau. Ia terasa kian mendesak sejak kuartal ketiga tahun lalu dan akhirnya tak terelakkan.

Namun, keputusan yang tak terelakkan ini, tak akan kami jadikan sebagai beban pembaca semata. Kami akan mengimbangi biaya lebih yang dikeluarkan pembaca dengan penyajian yang juga lebih.

Sejak edisi pertama tahun ini, kertas beserta desain kover — seperti sudah diumumkan akhir tahun lalu — kami buat lebih baik. Tata letak di halaman dalam pun samasekali berubah. Huruf setiap artikel kami pilihkan dari ukuran yang sedikit lebih besar dengan harapan, Anda dapat membaca tanpa merasa lelah. Ini penting.

Tapi ada yang lebih penting: isi majalah ini sendiri. Dua rubrik kami — “Laporan Khusus” dan “Tokoh” — yang sebetulnya sudah beberapa tahun kami sajikan, mulai tahun ini dapat Anda temukan dengan lebih teratur. “Laporan Khusus” muncul pada tiap edisi bernomor ganjil: 1, 3, 5 dan seterusnya. Rubrik “Tokoh” — karena sulitnya mendapatkan penulis yang siap membuat studi tentang seorang tokoh, dulu muncul secara tak teratur — mulai tahun ini dapat Anda temukan dalam setiap edisi.

Pada edisi bernomor ganjil, kami sajikan riwayat tokoh pengusaha ataupun menejer yang oleh masyarakat dipandang sukses. Edisi No. 1/1987 ini menyajikan riwayat Bob Sadino, pengusaha yang “merangkak dari kandang ayam” — dan berhasil. Pengusaha yang oleh banyak orang tampak sebagai tokoh unik ini, pada edisi-edisi selanjutnya akan disusul oleh orang-orang bisnis lainnya.

Dalam setiap edisi bernomor genap, kami tampilkan tokoh yang pernah mengukir riwayat di bidang politik, pendidikan, pemerintahan, militer, dan sebagainya, yang membawa arti bagi masyarakatnya. Untuk tokoh seperti ini kami memilih mereka yang sudah mendahului kita. Pada edisi No. 2/1987 nanti, akan Anda ikuti riwayat Marthin Indey, nasionalis dari Irian, yang menginginkan bergabungnya Irian Barat ke dalam wilayah Indonesia, ketika provinsi di ujung timur negeri kita itu masih diduduki Belanda.

Kedua rubrik ini kami sempurnakan agar Anda memperoleh kisah yang informatif — dengan lebih santai — yang boleh jadi belum banyak Anda dapatkan selama ini. Tapi tidaklah berarti bahwa hanya dua rubrik itu yang menjadi titik perhatian kami. Tema-tema edisi tahun ini pun kami pilihkan yang lebih bernas, dengan penulis serta sumber “Dialog” yang lebih segar. Dalam edisi-edisi mendatang antara lain Anda akan menemukan telaahan tentang “Pengaruh Faktor Ekstern terhadap Perekonomian Indonesia”, dan satu paket — yang jarang kita perhatikan di tengah kebisingan masalah ekonomi sekarang, tetapi amat penting untuk memahami diri kita sendiri — yakni “Strategi Kebudayaan”.

Prisma selalu memilih masalah yang bagi Anda punya arti amat penting.


Pemimpin Umum: M. Dawam Rahardjo, Wakil Pemimpin Umum: Arselan Harahap, Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad, Wakil Pemimpin Redaksi: Masmimar Mangiang, Pemimpin Perusahaan: Aswab Mahasin, Wakil Pemimpin Perusahaan: Maruto MD, Sidang Redaksi: Aswab Mahasin, Edward S. Simandjuntak, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Paulus Widiyanto, Sekretaris Redaksi: Poppy Soeyono, Tata Usaha/Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad, Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy, Produksi: Awan Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.

Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia; SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420, Telepon: 597211, Tromolpos 493, Jakarta 10002 Indonesia. Bank: Bukopin, Jakarta, Nomor Rekening 004 2457 4; BRI Cut Mutiah, Jakarta, Nomor Rekening 31 45 3034. Pencetak: PT Temprint; Pengaturan IBM: Bagian Penerbitan LP3ES Jakarta; Anggota SPS. ISSN 0301 — 6269.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan