Prisma

Pengantar Redaksi

BILA majalah Prisma edisi No. 3 Maret 1994 ini tiba di tangan pembaca, itu berarti sudah tiga kali Prisma “wajah baru” kami garap dan selanjutnya beredar di pasar. Sejauh ini redaksi menerima banyak kritik dan komentar terhadap penampilan wajah baru Prisma, baik menyangkut sampul depan (cover) maupun tata letak (layout).

Di satu pihak ada sejumlah kritik dan pendapat yang bernada “menyayangkan” perubahan penampilan karena Prisma telah meninggalkan identitas khas sampul depan yang menonjolkan lingkaran. Prisma kehilangan ciri uniknya. Kenapa identitas khas yang telah melekat di hati pembaca dalam tempo yang cukup lama sekonyong-konyong berubah?

Di pihak lain ada pula sejumlah pendapat dan komentar yang merasa gembira menyambut “wajah baru” Prisma. Mereka menganggap hal ini sesuai dengan harapan agar majalah ini mengantisipasi dinamika perubahan masyarakat. Kini Prisma memiliki keleluasaan untuk menampung berbagai persoalan aktual masyarakat, tidak terpaku pada satu masalah saja. Perubahan dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan sesuai tuntutan zaman.

Kami memiliki pemikiran demikian. Tidak ada sesuatu yang tidak berubah di muka bumi ini. Kalaupun ada yang tidak berubah, mungkin adalah perubahan itu sendiri. Tidak ada yang tetap. Yang tetap ada –dan terus akan ada– pastilah keinginan orang untuk meningkatkan dan memperbaiki diri. Prisma juga berusaha meningkatkan kualitas baik isi maupun penyajiannya. Perubahan fisik –sampul depan, tata letak, ilustrasi dan jenis kertas– merupakan refleksi untuk menampung perubahan dan penambahan variasi tulisan. Antara satu rubrik dan rubrik lainnya juga dibedakan dalam bentuk tata letak.

Sejak 1994 isi Prisma tidak lagi didominasi oleh artikel-artikel tematik. Edisi No. 1 Januari 1994 menampilkan topik Industrialisasi. Sampul depan memang masih menerjemahkan tema industri rekayasa. Tetapi di dalam sampul depan juga kami pampangkan tema lain. Prisma edisi No. 2 Februari 1994 menampilkan topik Penataan Ruang dan Pemukiman. Sampul depan menyajikan gambaran wujud perkotaan abad XXI.

Prisma edisi No. 3 Maret 1994 mengetengahkan tema Revolusi Hijau di Indonesia. Meskipun di dalam nomor ini masih ditampilkan masalah lain, seperti Teori Ekonomi Politik Baru dan Pengembangan Sumberdaya Manusia serta Gerakan “kiri” di Amerika Latin, namun gambar sampul depan tetap menonjolkan tema Revolusi Hijau. “Seorang siap menyantap hidangan”. Dalam hal ini kami punya penilaian tersendiri. Bagaimana pemahaman pembaca terhadap perwajahan Prisma edisi ini? Selamat menikmati sajian pemikiran-pemikiran tentang “Revolusi Hijau” dan artikel lainnya. Redaksi

_____________________________________________________________

Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, Anggota SPS. ISSN 0301-6269. SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/ D.I/1986, 4 Maret 1986.

Pemimpin Umum: Arselan Harahap. Pemimpin Perusahaan: Maruto MD. Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad. Dewan Redaksi: Daniel Dhakidae (Ketua), Taufik Abdullah, M. Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, Rizal Ramli, Didik J. Rachbini, Vedi R. Hadiz. Redaktur Pelaksana: Paulus Widiyanto Staf Redaksi: E. Dwi Arya Wisesa, Harry Wibowo Sekretaris Redaksi: Eriko Sustia.

Produksi: Bambang Soetedjo (Manajer), Awan Dewangga, Yahya Sukaria, Idjas Saham, Teguh Supriyanto. Pemasaran: Arys Sutarman (Manajer), Anda Z. Noerzy, M. Sholeh, Jinan Muhammad. Iklan: Maruto MD. Tata Usaha: Soetadi Rahardjo (Kepala), Sudartoto, M. Jayani SA, Achmad Rifai. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420 Kotak Pos 6275/11062 Telepon Redaksi: 5663525 Pemasaran/Iklan: 5663527 Tata Usaha: 5667139, 5667141, 5674211. Fax.: (021) 5683785. Bank: BUKOPIN Cabang S. Parman Jakarta No. Rekening 14.0010. 2.003 BNI Cabang Senayan Jakarta No. Rekening 001.284.001. Pencetak: PT. Temprint (isi di luar tanggungjawab percetakan)

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan