PRISMA masuk Republika! Banyak pembaca kaget. Telefon Redaksi berdering dan terdengar suara: “Selamat berwajah baru, tetapi kami tidak pernah mengkhianati Prisma.” Itulah salah satu cetusan seorang pembaca menanggapi berita yang termuat dalam harian Republika, Minggu 10 April 1994. Terpampang separuh halaman, sosok majalah Prisma ditulis A.E. Priyono, mantan Redaktur Pelaksana Buku, LP3ES, dalam tiga artikel yang sangat membelalakkan mata: Prisma: Majalah yang Dikhianati Pembacanya; Bukan Majalah Perenung; Popularisasi Gaya Saingan-saingan Baru. Terima kasih atas komentar dan kritik Anda terhadap perubahan wajah Prisma 1994. Selain menggugah perhatian banyak pembaca, berita itu sekaligus merupakan iklan gratis. Terima kasih, Republika!
Pembentukan citra baru Prisma memang terus digalakkan, antara lain melalui iklan di berbagai media massa. Hasilnya sungguh membesarkan hati. Banyak pelanggan kembali memperpanjang langganannya dan banyak pula pembaca baru mendaftarkan diri sebagai pelanggan tetap Prisma. Penulis lama juga terketuk hati untuk kembali mengirimkan artikelnya setelah absen bertahun-tahun. Bahkan sahabat lama, Staf Redaksi Prisma periode 1970-an, M. Rusli Karim yang sedang menuntut ilmu di Malaysia, berkirim surat mengucapkan selamat. Tidak lupa dia pun mengirimkan artikel mengenai keagamaan. Tentu saja banyak penulis lama yang kami harapkan masih mau menyumbangkan artikelnya. Entah di mana Anda berada, tetapi kami yakin dan percaya jari-jemari Anda tentu merasa “gatal” untuk kembali menulis artikel. Redaksi menantikan kiriman artikel Anda.
Prisma tidak mungkin ada, dan tidak pula dapat berkembang apabila tidak dicintai pembaca dan penulisnya. Meskipun barangkali banyak pembaca dan penulis lama tidak lagi berhubungan dengan Prisma, Anda bukanlah pengkhianat. Berdosalah kami bila mencap pembaca yang sudah putus hubungan sebagai orang yang mengkhianati Prisma. Kesibukan pasti telah menyebabkan Anda kurang memiliki waktu untuk mencari Prisma. Dalam hal ini kami harus mawas diri. Mungkin sekali jalur pemasaran belum mampu menjangkau tempat tinggal pembaca. Seperti pengalaman seorang pembaca di Jayapura. Dia datang ke redaksi untuk membeli Prisma terbitan lama karena di kotanya tidak ada toko buku yang menjual Prisma. Seorang pegawai kantor BKKBN Jawa Timur terpaksa mengontak redaksi hanya karena tidak tahu di mana majalah Prisma dijual di Surabaya.
Kami sadar, masih banyak perbaikan perlu dilakukan untuk mendekatkan Prisma kepada pembaca. Kami pun tidak akan berkhianat. Lewat Anda, kami yakin Prisma berkembang dan tetap ada. Redaksi
____________________________________________________________
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, Anggota SPS. ISSN 0301-6269. SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986, 4 Maret 1986.
Pemimpin Umum: Arselan Harahap. Pemimpin Perusahaan: Maruto MD. Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad. Dewan Redaksi: Daniel Dhakidae (Ketua), Taufik Abdullah, M. Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, Rizal Ramli, Didik J. Rachbini, Vedi R. Hadiz. Redaktur Pelaksana: Paulus Widiyanto. Staf Redaksi: E. Dwi Arya Wisesa, Harry Wibowo. Sekretaris Redaksi: Eriko Sustia.
Produksi: Bambang Soetedjo (Manajer), Awan Dewanto, Yahya Sukaria, Idjas Saham, Teguh Supriyarno. Pemasaran: Alys Sutarman (Manajer), Anda Z. Noerzy, M. Sholeh, Jinan Muhammad. Iklan: Maruto MD. Tata Usaha: Soetadi Rahardjo (Kepala), Sudartoto, M. Jayani SA, Achmad Rizal. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420 Kotak Pos 6275/11062 Telepon Redaksi: 5663525 Pemasaran/Iklan: 5663527 Tata Usaha: 5667139, 5667141, 5674211. Fax.: (021) 5683785. Bank: BUKOPIN Cabang S. Parman Jakarta No. Rekening 14.0010.2.003 BNI Cabang Senayan Jakarta No. Rekening 001.284.001. Pencetak: PT. Temprint (isi di luar tanggungjawab percetakan)