Prisma

Pengantar Redaksi

SELAMA bulan Mei 1994 Redaksi Prisma dan Buku menerima tiga mahasiswa untuk magang atau kerja praktek. Dua mahasiswa — Hasim Adnan dan Oktavian — berasal dari Politeknik Universitas Indonesia, jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Program Study Penerbitan. Sedangkan seorang mahasiswi — Irma Vyanzi — adalah anak Jakarta yang sedang belajar di Universiti Kebangsaan Malaysia. Mereka bekerja nyata sambil mempraktekkan ilmu yang dipelajarinya di bangku kuliah. Mengetik naskah, melakukan koreksi layar, menjadi korektor tata letak dan kegiatan pracetak lainnya dilakukan oleh mahasiswa dari Politeknik UI tersebut. Sebaliknya Irma Vyanzi, yang menurut istilah Malaysia sedang bertugas amali, ternyata lebih tertarik pada tugas lapangan. Bersama tenaga lapangan Divisi Penelitian LP3ES, dia terjun ke daerah Cilincing, untuk melihat cara penyuluhan dan komunikasi masyarakat. Irma juga ikut meliput pendataan Keluarga Sejahtera di Jakarta untuk keperluan Laporan Khusus Prisma.

Bagi redaksi, penerimaan mahasiswa magang bukanlah hal baru, sebab pada tahun 1993 yang lalu 3 mahasiswa Politeknik UI juga pernah bertugas selama 3 minggu. Dikaitkan dengan program Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Sistem Ganda, bolehlah kami sedikit bertepuk dada bahwa Prisma telah ikut berperan dalam mensukseskan program permagangan tersebut. Siswa sekolah lanjutan dan mahasiswa berbagai Perguruan Tinggi dipersilakan melakukan praktek kerja atau magang di berbagai perusahaan. Dengan bekerja praktek mereka diharapkan dapat memperoleh pengalaman sehingga apabila sudah menamatkan pendidikannya, setiap lulusan dapat siap bekerja.

Para magang melakukan praktek kerja bertepatan dengan penerbitan edisi ini yang menampilkan topik pendidikan. Sejak 2 Mei 1994 Presiden Soeharto mencanangkan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun. Apakah Sekolah Dasar menjadi 9 tahun? Bukan demikian! Anda tidak perlu keliru menafsirkannya — seperti kekeliruan si boneka kenes Susan berdialog dengan Ria Enes, yang mengira sekarang dimulai pendidikan SD 9 tahun.

Edisi ini dirancang untuk menyambut program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun. Dalam nomor ini ditampilkan artikel-artikel Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI — Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro, Dr. Boediono, Dr. Dedi Supriadi dan penulis lain.

Kini, selamat membaca edisi pendidikan ini, seraya ikut menyanyikan lagu Wajib Belajar karya FX. Sutopo dalam sampul majalah. Ternyata masih banyak anak-anak penjual koran, penjaja rokok dan tukang semir sepatu yang patut diberi perhatian menyongsong Wajib Belajar Dikdas 9 Tahun. Anda terpanggil untuk menjadi orang tua asuh mereka. Bersediakah Anda? Redaksi

_______________________________________________________________

Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, Anggota SPS. ISSN 0301-6269. SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/ SIUPP/ D.1/1986, 4 Maret 1986.

Pemimpin Umum: Arselan Harahap. Pemimpin Perusahaan: Maruto MD. Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad. Dewan Redaksi: Daniel Dhakidae (Ketua), Taufik Abdullah, M. Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, Rizal Ramli, Didik J. Rachbini, Vedi R. Hadiz. Redaktur Pelaksana: Paulus Widiyanto Staf Redaksi: E. Dwi Arya Wisesa, Harry Wibowo Sekretaris Redaksi: Eriko Sustia.

Produksi: Bambang Soetedjo (Manajer), Awan Dewangga, Yahya Sukaria, Idjas Saham, Teguh Supriyanto. Pemasaran: Arys Sutarman (Manajer), Anda Z. Noerzy, M. Sholeh, Jinan Muhammad. Iklan: Maruto MD. Tata Usaha: Soetadi Rahardjo (Kepala), Sudartoto, M. Jayani SA, Achmad Rifai. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420 Kotak Pos 6275/11062 Telepon Redaksi: 5663525 Pemasaran/Iklan: 5663527 Tata Usaha: 5667139, 5667141, 5674211. Fax.: (021) 5683785. Bank: BUKOPIN Cabang. S. Parman Jakarta No. Rekening 14.0010. 2.003 BNI Cabang Senayan Jakarta No. Rekening 001.284.001. Pencetak: PT. Temprint (Isi di luar tanggungjawab percetakan)

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan