Adalah sulit untuk membicarakan kesehatan keluarga dari segi fisik saja. Faktor-faktor pendidikan, budaya, ekonomi, sikap mental dan lingkungan hidup juga berperanan dalam kesehatan keluarga. Bahkan, perubahan-perubahan selama perjalanan hidup keluarga akan turut berpengaruh terhadap tingkat kesehatannya.
YANG dimaksud dengan keluarga dalam pembicaraan kita di sini bukanlah keluarga dalam arti kekerabatan, tetapi keluarga dalam arti sebuah unit sosial yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya, serta mereka yang ikut tinggal dalam satu rumahtangga dan menjadi tanggungan keluarga tersebut. Dapat saja ia merupakan sebuah keluarga inti, tetapi juga mungkin sebuah keluarga besar sampai jumlah terbatas yang menjadi tanggungan kepala keluarga secara langsung. Sengaja diambil batasan demikian khusus untuk pembicaraan ini, karena dalam hal kesehatan setiap anggota dari unit tersebut dapat saling mempengaruhi. Dalam kaitan itu maka sulit untuk membicarakan masalah kesehatan satu keluarga hanya dari segi fisik saja, karena setiap interaksi antara anggota keluarga (dan juga dengan lingkungan sekitarnya) akan dapat menimbulkan masalah yang penampilannya dapat berupa perasaan sehat (rasa kesejahteraan), atau berupa terjadinya gangguan kesehatan. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa faktor-faktor pendidikan, budaya, ekonomi, sikap mental dan lingkungan hidup dapat berperanan dalam kesehatan sebuah keluarga. Kemudian, perubahan-perubahan yang terjadi selama perjalanan hidup keluarga tersebut, juga dapat mempengaruhi kesehatan mereka. Perselisihan-perselisihan serius yang terjadi dan dipendam, misalnya, dapat menimbulkan perasaan “tidak mantap” yang dapat memudahkan seseorang jatuh sakit.