Prisma

Perkembangan Ilmu-ilmu Sosial di Indonesia

Koentjaraningrat (ed.), Ilmu Sosial di Indonesia I, Bagian Ilmu-ilmu Sosial dan Kemanusiaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 1975, v + 202 hal.

Dalam prakatanya Koentjaraningrat menulis bahwa buku tersebut merupakan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh tim ahli ilmu-ilmu sosial LIPI. Survei tersebut dilakukan untuk meneliti perkembangan dan keadaan disiplin pokok ilmu-ilmu sosial di Indonesia tahun 1972. Sebelum itu pernah juga dilakukan usaha untuk meneliti perkembangan dan keadaan semua kegiatan ilmu pengetahuan antara tahun 1945-1965. Hasil kegiatan ini dikumpulkan dalam sebuah buku laporan yang berjudul Research in Indonesia, 1945-1965 yang terdiri dari empat jidid. Buku yang ditinjau pada kesempatan ini merupakan kumpulan beberapa artikel laporan. Pertama “Higher Education in the Social Sciences in Indonesia”, adalah tulisan bersama Koentjaraningrat dan Harsja W. Bachtiar. Kedua “Studies in Education”, oleh Setijadi. Ketiga “Filologi, Linguistik, dan Studi Sastra” oleh Haryati Soebadio. Keempat “Studi Sejarah”, oleh Taufik Abdullah. Dan terakhir “Anthropology and Sociology” oleh Koentjaraningrat. Buku ini merupakan jilid pertama dari serangkaian seri buku yang merupakan laporan perkembangan dan keadaan ilmu-ilmu sosial di Indonesia. Jilid kedua antara lain memuat kegiatan dalam bidang-bididang ilmu kependudukan, ekonomi, politik dan psikologi.

Tulisan bersama Koentjaraningrat dan Harsja W. Bachtiar “The Higher Education in the Social Sciences in Indonesia”, merupakan usaha untuk menggambarkan perkembangan perguruan tinggi di negeri ini. Kedua penulis itu, memulai laporannya dengan menjelaskan sistem pendidikan di zaman kolonial. Di mana pemerintah Hindia Belanda dulu menyediakan dua sistem pendidikan, untuk anak-anak orang Belanda dan pribumi. Di samping itu masih ada sekolah-sekolah khusus bagi peranakan Cina dan Arab. Digambarkan juga dalam tulisan tersebut tentang gerakan-gerakan mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri. Antara lain di negeri Belanda dan Mesir. Dikatakan bahwa organisasi-organisasi mahasiswa pada waktu itu, tahap demi tahap menjadi organisasi politik yang mengecam dan menentang pemerintah kolonial. Akibat dari itu majalah serta buletin yang mereka terbitkan dilarang beredar di Indonesia (Hindia Belanda).

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan