Prisma

Perkembangan Sistem Moneter Internasional

Pendahuluan

Sistem Moneter Internasional adalah merupakan kumpulan dari berbagai lembaga perjanjian dan kebijaksanaan dengan mana dilakukan cara pembayaran internasional. Sistem Moneter Internasional memuat cara-cara penyesuaian perubahan kurs antar mata uang dan cara-cara menentukan penyesuaian untuk mencapai keseimbangan neraca pembayaran. Dalam yang terakhir ini dibahas sampai seberapa jauh kekuatan-kekuatan pasar, sebagai kebalikan dari tindakan pemerintah, dapat dipergunakan dalam menentukan penyesuaian untuk mencapai keseimbangan neraca pembayaran tersebut.

Untuk dapat melayani perdagangan dan investasi antar negara yang semakin meluas, sistem moneter internasional tersebut haruslah stabil. Agar agar stabil, sistem moneter tadi harus memenuhi berbagai persyaratan. Pertama, sistem moneter hendaknya berorientasi pada pasar. Demi tercapainya efisiensi dan keadilan, mekanisme yang mengatur keseimbangan penerimaan luar negeri tiap negara, dalam jangka panjang, haruslah berfungsi sedemikian rupa sehingga intervensi dalam setiap pasar tertentu diminimisir.

Kedua, pengaturan pembayaran antar negara hendaknya bersifat multilateral, agar dengan demikian setiap negara dapat menutup defisit pembayarannya pada sebagian negara dengan surplus yang diperolehnya dengan lain negara. Sehubungan dengan ini dalam sistem tersebut harus ada suatu bentuk mata uang yang dapat diterima sebagai alat pembayaran yang dapat diterima secara internasional. Ketiga, sistem tersebut hendaknya stabil. Dalam hubungan ekonomi internasional, seringkali diadakan kontrak-kontrak jangka panjang dan karenanya harus ada harapan yang stabil mengenai kondisi yang mempengaruhi keuntungan dalam transaksi internasional di masa depan.

Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan di atas sistem moneter internasional haruslah memenuhi fungsi spesifik tertentu. Sistem moneter internasional hendaknya merupakan mekanisme yang efektif dan menjamin keadilan dalam proses penyesuaian ketidak seimbangan pembayaran antar negara, sehingga ketidak seimbangan pembayaran luar negeri yang berlarut-larut dapat dicegah. Sistem itu juga harus menyediakan cadangan moneter internasional dalam jumlah yang cukup dan dalam bentuk yang dapat diterima oleh seluruh negara peserta. Jika sistem tersebut menciptakan alat pembayaran internasional yang terlalu besar, maka akan terjadi tekanan-tekanan inflasi internasional; sedangkan bila terlalu sedikit akan menyebabkan tekanan-tekanan deflasioner yang membatasi transaksi internasional tersebut. Akhirnya sistem moneter internasional hendaknya beroperasi sedemikian rupa untuk dapat menciptakan dan mempertahankan kepercayaan atas kelangsungan sistem itu sendiri serta kestabilan nilai kekayaan cadangan internasional yang ada dalam sistem tersebut.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan