Kebangkitan populisme pada era milenium ini telah memindahkan representasi politik menjadi politik identitas sebagai suatu fenomena global. Tulisan ini mencoba menawarkan sebuah kerangka analisis dengan coba menggali tautan antara populisme dan politik identitas, dan merangkum sejumlah faktor, seperti globalisasi, ekonomi pasar, dan disfungsi demokrasi liberal yang memunculkan kerentanan dan marginalisasi tempat individu yang terkena dampaknya kemudian berbalik serta menggunakan identitas sebagai mekanisme untuk mempertahankan eksistensinya.
Kata Kunci: ekonomi pasar, demokrasi, globalisasi, politik identitas, populisme