Prisma

Picture of Luky Djuniardi Djani

Luky Djuniardi Djani

lahir di Makassar, 26 Juni 1971. Usai meraih gelar Insinyur Teknik Geodesi dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1997, bergabung dengan Forum Rektor Indonesia dalam program pemantauan Pemilu 1999 dan pemantauan jajak-pendapat di Timor Leste (Agustus-Desember 1999). Sejak tahun 2000 hingga 2006, bergabung di Indonesia Corruption Watch (ICW) dan sebagai Koordinator Nasional Program Penguatan Partisipasi Civil Society di tingkat lokal (April 2004-Mei 2006) terlibat aktif dalam kegiatan kampanye publik, penguatan jaringan dan pelatihan serta penelitian terkait isu korupsi. Memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan Public Policy Program di National University of Singapore dan memperoleh gelar Master bidang Public Policy pada 2002 serta bergabung kembali di ICW sebagai Wakil Koordinator Badan Pekerja ICW (Februari 2001-Mei 2006). Memperoleh beasiswa Australian Leadership Award dari AusAID untuk menempuh kuliah doktoral di Asia Research Center, Murdoch University, Australia, sejak 2008 hingga 2011. Kembali ke Tanah Air dan bergabung di Transparency International Indonesia (Oktober 2011) sebagai Wakil Sekretaris Jenderal. Peneliti sosial yang pernah dicalonkan sebagai anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) periode 2012-2017 ini aktif menulis dan meriset pelbagai isu, khususnya korupsi politik, ekonomi politik governance reform, politik lokal dan reformasi birokrasi.   Terctata tahun 2026:

 

Luky Djani lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, Juni 1971. Menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Teknik Geodesi, Institut Teknologi Bandung (ITB, 1997). Semasa kuliah aktif dalam organisasi kemahasiswaan sebagai Koordinator Majelis Permusyawaratan Mahasiswa, Keluarga Mahasiswa ITB. Setelah itu, melanjutkan studi pascasarjana pada Public Policy Program di National University of Singapore. Sejak tahun 2000, bergabung dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) dan berperan dalam berbagai koalisi masyarakat sipil di tingkat nasional maupun regional. Menempuh pendidikan lanjutan di Asia Research Center, Murdoch University, Australia, dan meraih gelar doktor di bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan. Kembali ke Indonesia pada 2011. Sepulangnya ke Tanah Air, aktif sebagai peneliti dan pegiat sosial di Institute for Strategic Initiatives, dengan fokus pada kajian sosial, ekonomi-politik, kebijakan publik, populisme, dan gerakan sosial. Selain itu, juga berkontribusi dalam pengembangan wacana demokrasi dan tata kelola pemerintahan melalui riset dan advokasi kebijakan. Menulis berbagai karya ilmiah dan buku, termasuk buku bertajuk Dilemmas of Populist Transactionalism yang mengulas tantangan demokrasi di era populisme. Saat ini, mengabdikan diri sebagai dosen tetap pada Program S-2 Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, sekaligus tetap aktif dalam kegiatan penelitian dan advokasi masyarakat sipil.