Antara 1971 dan 1980, seluruh tingkat partisipasi angkatan kerja perkotaan naik sedikit untuk wanita dan turun sedikit buat pria. Keterbatasan menyerap tenaga kerja tambahan oleh bidang pertanian, lebih merugikan kaum wanita. Sebagai tumpuan harapan terakhir, banyak wanita yang lari ke sektor jasa, terutama dalam subsektor perdagangan dan pelayanan umum. Sistem sosial akan terus mengadakan penyesuaian. Akibat perubahan itu tulis Mayling Oey dalam artikel ini, wanita desa yang berasal dari kalangan miskin – misalnya – melakukan penyesuaian dalam memilih jenis kegiatan mencari nafkah yang akan ditekuninya.