Prisma

Prinsip-prinsip Pada Diri Manusia

Soerjanto Poespowardojo dan K. Bertens. Sekitar Manusia: Bunga Rampai tentang Filsafat Manusia. Jakarta : PT Gramedia, 1978, 158 halaman.

Dengan judul yang rendah hati, buku ini memiliki maksud dan usaha yang lebih ambisius. Dia sebetulnya tidak hanya berbicara tentang sekitar manusia, tetapi di dalam manusia. Tentu saja pertimbangan ini diajukan bukan berdasarkan selera atau “seni” memasang judul, tetapi justeru karena sifat persoalan yang dikandung dalam pilihan karangan yang dirangkai menjadi bunga rampai ini. Masalah yang dicoba dijawab dalam semua karangan, yang tujuh buah itu, adalah pertanyaan mengenai ada-tidaknya sejumlah prinsip yang secara intrinsik melekat pada diri seseorang atau sekelompok orang sejauh dia atau mereka itu adalah manusia. Menyebut manusia sebagai manusia adalah suatu loncatan abstraksi yang jauh dan berbahaya, sebab dengan itu berarti meredusir semua aspek kultural dan sosial-historis dari seseorang dan memandangnya hanya sebagai manusia. Loncatan ini berbahaya karena perdebatan mengenai validitas abstraksi seperti itu (apakah mungkin ada manusia sebagai manusia?) masih berlangsung terus, dansulit memperkirakan apakah perdebatan itu akan dapat berakhir, mengingat bahwa diskusinya tidak lagi berlangsung pada tingkat argumentasi, tetapi pada tingkat sikap filsafat yang dipilih, yang buat sebagian besar merupakan masalah preferensi atau ideologi yang mungkin pra-filosofis dan pra-ilmiah sifatnya.

Tapi baiklah. Buku ini dengan tujuh orang penyumbang telah mengambil sikap untuk menjawabnya dan membuktikan pula dalam pada itu bahwa ada prinsip-prinsip yang secara intrinsik melekat pada diri manusia-dalam terminologi yang lebih skolastik, prinsip-prinsip yang inheren pada kodrat manusia.

I

Prinsip pertama yang dibahas adalah masalah dunia dan manusia.1 Pertanyaan yang dicoba dijawab adalah bagaimana kedudukan manusia dalam berhadapan dengan dunianya, sejauh mana dunia termasuk atau tidak termasuk dalam struktur dirinya, dan dari situ mudah-mudahan jelas apa arti dunia dalam artian yang digunakan oleh filsafat manusia.


1 Karangan kedua dalam buku ini tentang: “Masalah Dunia dalam Filsafat manusia” oleh Dr. Kees Bertens.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan