
1 Amos Perlmutter. Militer dan Politik di Zaman Modern. New Haven dan London: Yale University Press, 1977, 323 halaman + indeks.
2 Drs. Moehkardi. Akademi Militer Yogya dalam Perjuangan Fisik: 1945-1949. Jakarta: PT Inaltu, 1977, 329 halaman + lampiran.
I
Pada awal dekade 1960-an, literatur mengenai peranan kaum militer dalam politik sangatlah menonjol dalam pembahasan teori-teori komparatif politik. Ini erat hubungannya dengan makin banyaknya kaum militer tampil dalam kekuasaan politik di negara-negara Asia dan Afrika pada bagian pertama dekade 1960. Literatur yang muncul pada masa itu dapatlah dianggap sebagai suatu justifikasi intelektual terhadap peranan politik kaum militer di negara-negara sedang berkembang. Di antara teori yang pada waktu itu banyak dianut, yang paling populer adalah tesis yang menganggap kaum militer sebagai organisasi paling moderen dari masyarakatnya dan karenanya merupakan the modernizing elite dari negara tersebut. Tesis ini terutama dibawakan oleh John J. Johnson dan kawan-kawannya dalam buku yang kemudian banyak dikutip, The Role of the Military in Underdeveloped Countries.1¹ Basis teoritis tesis ini terutama dikembangkan oleh Lucian Pye dengan artikelnya dalam buku tersebut. Menurut tesis ini, kaum militer secara teknologis sudah dilatih secara khusus, schingga pengetahuannya lebih banyak dari kaum sipil. Demikian pula, karena perkembangan teknologi dan kesadarannya akan moderenisasi, kaum militer lebih bisa melihat jauh ke depan dari kaum sipil.
Argumen lain dikemukakan oleh Morris Janowitz yang mengatakan bahwa karena format organisasi dan pengalamannya dalam manajemen kekerasan, kaum militer memiliki kemampuan yang mendasar untuk campurtangan dalam politik. Pendapat Janowitz ini merupakan perluasan ke negara-negara sedang berkembang dari pandangan yang telah lebih dulu ditulisnya tentang perkembangan kaum militer di Amerika Serikat.2² Menurut Janowitz, perkembangan manajemen kemiliteran telah memungkinkan terjadinya pembauran antara tugas-tugas militer dan sipil.
1 Lihat John J. Johnson, Peran Militer di Negara-negara Terbelakang, Princeton University Press, 1962. Lihat artikel oleh Lucian W. Pye untuk uraian teoritis dan artikel Guy J. Pauker tentang Indonesia.
2 Lihat Morris Janowitz, Militer dalam Perkembangan Politik Bangsa-Bangsa Baru, Universitas