Prisma

Salah Urus di Perkebunan

Artikel ini mendiskusikan gejala tersembunyi di dalam tubuh perusahaan perkebunan di Indonesia, yang bagi pengamat dari luar hanya tampak sebagai berita rutin di koran mengenai kerugian perusahaan. Pengamatan lebih dekat menunjukkan bahwa kerugian tersebut merupakan akibat dari pencurian internal yang tumbuh dari struktur politik-ekonomi perkebunan yang eksploitatif. Relasi tersebut inheren dalam kerja perkebunan dan hadir sejak awal kemunculan perkebunan di Indonesia. Setidaknya tiga relasi sosial yang memunculkan dan melembagakan pencurian tersebut. Pertama, penguasaan sumber daya yang besar di tangan satu pemilik yang menjadikan sumber daya dan aset perkebunan sebagai common pool yang aksesnya tertutup bagi orang luar, namun terbuka bagi orang dalam. Kedua, pengubahan manusia merdeka menjadi subjek perkebunan yang diberi hak kerja dan hak hidup tetapi dilucuti haknya guna memperjuangkan kepentingan dan mencari jalan keluar atas ketimpangan melalui pembicaraan yang setara dengan pihak perusahaan, dan Ketiga, penempatan perkebunan di titik kurva paling rendah dalam relasi kapitalis pasar global sehingga mendapatkan harga jual produk yang murah dan harga beli alat produksi serta modal yang mahal.

Kata Kunci: inefisiensi, kapitalisme perkebunan, korupsi, orang dalam, pascakolonial

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan