Pujo Semedi Hargo Yuwono
dilahirkan di Temanggung, Juni 1963. Meraih gelar Sarjana Antropologi (1989) dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta; Master Antropologi Budaya (1991) dari Ateneo de Manila University, Filipina; Doktor Antropologi (1997) dari Universitas Amsterdam dengan fokus kajian masalah ekologi dan ekonomi perdesaan. Mengajar di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (sejak 1992) merangkap Ketua Program Studi Pascasarjana, Dekan FIB-UGM, dan Ketua Departemen Antropologi. Terlibat dalam berbagai riset mengenai masyarakat nelayan di Pantai Utara Jawa, pertanian di wilayah pegunungan Jawa, perkebunan teh/ kopi di Jawa dan sawit di Kalimantan, bahkan riset mengenai pertanian dan pengelolaan hutan di perdesaan Ober Rhein, Jerman Selatan (sejak 2017). Sering diundang sebagai pengajar dan peneliti tamu di beberapa perguruan tinggi luar negeri. Menerbitkan sejumlah tulisan, baik mandiri ataupun bersama sejawat, antara lain, “Eight Arguments why Biodiversity is Important to Safeguard Food Security” (2024); “Mitos Efisiensi Perkebunan Sawit: Merugikan Indonesia dan Memperparah Ketimpangan” (2023); “Riding a Carousel Horse: REDD+ in West Kalimantan” (2023); “Rubber, Oil Palm and Accumulation in West Kalimantan, 1910s-2010s” (2022); Plantation Life: Corporate Occupation in Indonesia’s Oil Palm Zones (bersama Tania Murray Li 2021); “Sakpada-Pada: Jalan Tengah Kesetaraan di Pedesaan Jawa, 1850- 2010” (2021); dan sebagainya.