Marshall McLuhan mengutip Sukarno. Di antara bagian-bagian karyanya yang terkenal, Understanding Media, yang sering menjengkelkan karena penalarannya yang eksentrik dan kesimpulan-kesimpulannya yang ganjil — walaupun orisinil dan cemerlang — ada satu alinea yang bagi saya amat menarik: McLuhan mengambil contoh ucapan Presiden Indonesia itu di Hollywood di tahun 1956. Di depan para eksekutif dunia perfilman Amerika, Sukarno menyatakan bahwa ia menganggap mereka sebagai orang-orang “revolusioner dan radikal” yang mempercepat perubahan politik di benua Timur. Apa yang disaksikan oleh orang Timur dalam sebuah film Hollywood adalah sebuah dunia, di mana orang biasa memiliki mobil, kompor listrik dan lemari es. Maka orang Timur pun memandang dirinya sebagai orang biasa yang telah direnggutkan dari hak hidup orang biasa.1
1 Marshall McLuhan, Understanding Media: The Extension of Man, The New American Library, New York, 1964 (cetakan ke-6), hal. 257.