Prisma

Picture of Goenawan Mohamad

Goenawan Mohamad

Tercatat tahun 1972: Goenawan Mohamad (31 tahun), penjair, eseis dan budajawan jang kini mendjadi Pemimpin Umum dan Ketua Dewan Redaksi Madjalah mingguan berita Tempo serta anggota Dewan Kesenian Djakarta. Pernah kuliah di Fakultas Psychologi Universitas Indonesia, studi di College d'Europe, Belgia serta University of Oslo, Norwegia (1965—1967), kemudian lebih banjak aktif sebagai penulis dan anggota redaksi Harian Kami dan Madjalah sastra Horison (1967—1970). Penanda-tangan Manifes Kebudajaan jang kemudian dibubarkan pemerintah Soekarno ini ketika itu produktif dalam menulis esei2 di harian Abadi, Kompas, madjalah Sastra, Basis, Solidaritas (Filipina), Quadrant (Australia), dll. Karya lainnja ialah menterdjemahkan buku Iqbal: Membangun Kembali Fikiran Agama dalam Islam bersama Ali Audah dan Taufiq Ismail, buku kumpulan puisi Pariksit (Litera, 1971), dan kini akan menjiapkan buku baru tentang kesusasteraan Indonesia.

MEMILIH ALTERNATIF

Kemadjuan, modernisasi, pembangunan: kita sudah lama berbitjara mengandjur-andjurkan hal-hal itu, tapi nampaknja kini kita harus merenungkan kembali. Gagasan-gagasan kemadjuan jang

Gong

ADA seorang pembuat gong di sebuah desa di daerah Surakarta; saya pernah datang ke rumahnya beberapa belas tahun yang lalu.