Pendahuluan
Perhatian masyarakat terhadap masalah kesempatan kerja, sebetulnya baru mulai pada permulaan tahun tujuh puluh-an, dengan dirumuskannya Dasawarsa Pembangunan Kedua oleh Perserikatan Bangsa-bangsa, yang meliputi tahun 1970-1980. Kemajuan di dalam pembangunan ekonomi negara-negara berkembang, yang dapat disaksikan dalam dasawarsa yang lalu, kenyataannya tidak memberikan manfaat bagi kebanyakan penduduknya. Sebab utama dari kejadian ini ialah, karena kemajuan terutama dititik beratkan kepada peningkatan produksi nasional saja. Rupanya peningkatan produksi saja, tidak memecahkan masalah yang dihadapi oleh negara-negara berkembang, yaitu bagaimana dapat memberikan kepada rakyatnya kebutuhan pokok hidup yang diperlukannya. Untuk mengatasi masalah kemiskinan yang diderita oleh kebanyakan rakyat negara-negara berkembang, diperlukan cara-cara lain di dalam pembangunan.
Makin lama makin disadari oleh para perencana pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang bahwa yang perlu dicapai di dalam pembangunan ekonomi, tidak hanya bagaimana memperoleh laju penambahan produksi nasional saja, cara mencapai yang terkait dengan pembangunan ekonomi hanya melibatkan sebahagian kecil saja dari angkatan kerja, sedangkan sebagian besar menganggur, jelas kemajuan ekonomi semacam itu justru akan mengundang ketegangan-ketegangan sosial. Demikian pula jika hasil pembangunan itu hanya dinikmati oleh sebagian kecil saja dari rakyat, mudah dapat dimengerti, bahwa kestabilan nasional tidak lama dapat dipertahankan.

