Korupsi barangkali termasuk momok menakutkan untuk Indonesia saat ini; ia terus ada selama bangsa ini berdiri. Salah satu bukti mewabahnya korupsi adalah jika pembaca diminta untuk mencari peristiwa korupsi atau mencari sosok koruptor di Indonesia, maka tidak kurang dari tiga peristiwa dan tidak kurang tiga nama akan tebersit di kepala sidang pembaca dalam waktu yang juga tidak kurang dari lima menit. Hari-hari ini, korupsi menjadi kosakata dan imajinasi sehari-hari orang Indonesia. Pada kenyataannya, korupsi sudah ada di Nusantara sebelum Indonesia ada. Peter Carey dan kawan-kawan, misalnya, mencatat bahwa salah satu pemicu Perang Jawa adalah korupsi berupa penyelewengan penyewaan tanah kepada orang Eropa oleh Patih Yogyakarta, Danurejo IV (1813-1847). Atas tindakan itu, Pangeran Diponegoro marah besar dan menampar Danurejo IV, dengan selop.
Sebagaimana kita ketahui, VOC dan kemudian Kerajaan Belanda yang menjajah Nusantara serta membentuk Hindia-Belanda pun melakukan praktik korupsi. Korupsi itu pula salah satu yang membuat VOC bangkrut dan seluruh asetnya diambil alih Kerajaan Belanda pada 1800. Jauh setelah itu, peristiwa kemerdekaan Indonesia tidak lantas menghilangkan korupsi. Ia terus ada dengan pelbagai variasinya hingga kini.