Berto Tukan
dilahirkan di Larantuka, Flores Timur, 21 April 1985. Pernah belajar di Program Studi Jerman, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), namun studi S-1 dan Magister (2018) diselesaikannya di Program Filsafat, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, dengan tesis S-2 bertajuk “Perubahan Aura Karya Seni: Telaah Konsep Aura Karya Seni Menurut Walter Benjamin Dalam ‘The Work of Art in the Age of Its Technological Repro- ducibility’.” Menulis sejumlah buku, antara lain, Seikat Kisah Tentang yang Bohong (kumpulan cerpen, 2016)—masuk nominasi lima besar Kusala Sastra Indonesia 2016-2017—dan Sudah Lama Tidak Bercinta Ketika Bercinta Tidak Lama (kumpulan puisi, 2018). Selain cerpen dan puisi, juga menulis esai di pelbagai media cetak maupun daring, serta terlibat sejumlah penelitian seni rupa. Pernah aktif sebagai peneliti di Remo tivi, sebuah lembaga yang saat itu khusus mengkaji dan mengadvokasi pertelevisian, dan periset beberapa program Dewan Kesenian Jakarta, seperti penerbitan buku Seni Rupa Indonesia dalam Kritik dan Esai (2012) dan program Penelitian Karya Ilmiah Seni Rupa di Tiga Kota (Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung). Bersama beberapa kawan pernah menerbitkan media populer alternatif, seperti PendarPena, Problem Filsafat, dan Dada Terbit. Selain mengelola Jurnal Karbon, jurnal daring milik ruangrupa, juga aktif sebagai koordinator subjek belajar di “Gudskul: Studi Kolektif dan Ekosistem Seni Rupa Kontemporer”, sebuah lembaga studi alternatif yang didirikan oleh komunitas seni ruangrupa, Serrum, dan Grafis Huru Hara. Beberapa tahun terakhir, peneliti lepas ini banyak terlibat dalam kegiatan di Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.