Aspirasi Kemerdekaan: Semangat Republik
Gerakan hak asasi manusia memang tak bisa dilepaskan, bahkan inheren dalam pergerakan bangsa Indonesia. Gerakan rakyat yang memerdekakan bangsa itu
lahir di Jakarta, 20 Juli 1934, adalah advokat dan konsultan bidang hukum, Direktur Kehormatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Komisaris Yayasan LBH Indonesia. Sebelumnya pernah menjabat Jaksa/Kepala Humas Kejaksaan Agung RI, anggota DPR/MPRS, Ketua DPP Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum di Jakarta. Memperoleh pendidikan Hukum Internasional (non-degree), University of Melbourne, Australia (1959), kursus lanjutan (kursus lanjutan) Detective Training School, Victoria Police, Australia (1959); menamatkan pendidikan pada Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, (1964), dan sekarang Kandidat Doktor (Ph.D.) pada Universitas Utrecht. Aktif sebagai pembicara dalam berbagai seminar di dalam negeri dan luar negeri terutama yang menyangkut masalah bantuan hukum, antara lain di London (1976), Manila (1976), Seoul (1977), Berlin (1980), Strasbourg (1981), Zeist, Belanda (1983), Wina (1984) dan lain-lain. Aktif menulis berbagai tulisan antara lain pada majalah Hukum dan Keadilan, dan publikasi ilmiah di luar negeri. Karyanya yang telah dibukukan, Bantuan Hukum di Indonesia (Jakarta: LP3ES, 1981).
Gerakan hak asasi manusia memang tak bisa dilepaskan, bahkan inheren dalam pergerakan bangsa Indonesia. Gerakan rakyat yang memerdekakan bangsa itu