Grace T Leksana
dilahirkan di Jakarta, 1980. Menamatkan studi S1 di Jurusan Psikologi, Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta; S2 di In stitute of Social Studies, The Hague; dan S3 dari Jurusan Humaniora Universitas Leiden, Negeri Belanda, dengan disertasi berjudul Embed- ded Remembering: Memory Culture of the 1965 Violence in East Java. Menjadi salah satu periset di KITLV (Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies, 20152020). Sejak 2006, aktif di Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) khususnya dalam merancang beberapa program bersama guruguru sejarah. Mengajar di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya (20092010), Leiden Institute of Area Stud ies (2020), dan saat ini mengajar di Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang, Jawa Timur. Karyakaryanya antara lain “Remembering Anti Communist Violence in Rural Society: Patronage, Agricultural Trans formation and The Legacy of Violence”, dalam Christian Gerlach dan Clemens Six (eds.), The Palgrave Handbook of Anti-Communist Perse- cutions in the Twentieth Century (Palgrave Macmillan, 2020); Reconcili ation through History Education: Reconstructing the Social Memory of the 1965–66 Violence in Indonesia”, dalam Birgit Brauchler (ed.), Recon- ciling Indonesia: Grassroots Agency for Peace (2009); “Collaboration in Mass Violence: The Case of the Indonesian AntiLeftist Mass Killings in 1965–66 in East Java”, dalam Journal of Genocide Research (Vol. 23, No. 1, 2021), dan lainlain. Saat ini tengah melakukan riset tentang kewargaan dan perubahan sosial melalui studi masyarakat perkebunan di Malang Selatan.