Prisma

Karya Tugas Akhir Mahasiswa Indonesia tentang “1965”: Sebuah Tinjauan*


* Diterjemahkan dari Grace Leksana dan Dougas Kammen, “Indonesian Student Theses on ‘1965’: An Overview”, dalam jurnal Indonesia, No. 111, April 2021, Southeast Asia Program Publications-Cornell University Press, hal. 45-55. Dialihbahasakan oleh Anung Nur Rachmi.

Artikel ini mengulas perkembangan diskursus tentang 1965 dengan menganalisis lebih dari 300 skripsi, tesis, dan disertasi tentang Peristiwa 1965 yang ditulis oleh mahasiswa di berbagai universitas di Jawa periode 1970-2019. Hasil penelusuran menemukan bahwa tidak hanya terjadi peningkatan jumlah karya tugas akhir tentang 1965 pasca-Reformasi, tetapi sebaran universitas, topik, dan studi kewilayahan juga berkembang secara signifikan. Pada masa Orde Baru, lebih dari dua pertiga karya tugas akhir tentang Peristiwa 1965 diproduksi oleh mahasiswa Universitas Indonesia, sedangkan sejak 2000 dua pertiganya ditulis oleh mahasiswa dari universitas di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Topik dari karya tugas akhir tersebut juga bergeser dari sebelumnya mengikuti perspektif antikomunis yang diproduksi negara menjadi karya yang mempertanyakan konstruksi anti-komunisme, menganalisis organisasi Kiri secara lebih mendalam, dan berbicara tentang korban. Terkait kewilayahan, studi tentang Peristiwa 1965 di Jakarta dan Jawa Barat sangat minim. Bahkan, studi yang mengambil wilayah Jawa Tengah hanya berfokus pada Surakarta, Salatiga, Yogyakarta, dan Semarang. Sementara studi di Jawa Timur tersebar di berbagai wilayah dengan kasus-kasus kekerasan yang terkenal: Madiun 1948, kekerasan di Kediri dan Jombang, Banyuwangi, serta Operasi Trisula Blitar Selatan.

Kata Kunci: Gerakan 30 September, karya tugas akhir, kekerasan massal, penelitian, universitas

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan