Henry Saragih
lahir 11 April 1964 di Petumbukan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Meraih gelar Sarjana (1988) dari Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara (FISIP-USU). Saat ini merupakan Ketua Umum
Serikat Petani Indonesia (SPI), dan Dewan Pengawas Koperasi Petani Indonesia (KPI). Berpengalaman menjadi Koordinator Umum
La Via Campesina, sebuah gerakan petani kecil dan buruh tani internasional selama dua periode (2004-2008 dan 2008-2013). Bersama dengan SPI dan
La Via Campesina aktif memperjuangkan isu-isu terkait petani, khususnya Reforma Agraria, Kedaulatan Pangan, Gerakan Koperasi dan Pertanian Agroekologi. Aktif di berbagai forum tentang pembangunan alternatif serta gerakan perlawanan rakyat. Penerima penghargaan “Global Justice Award” dari Institute of Global Justice (IGJ, 2006). Dinobatkan sebagai “50 Tokoh Penyelamat Planet Bumi” oleh harian
The Guardian, Inggris (2008) dan “20 Green Giant” oleh majalah
Observer, Inggris (2011). Henry juga menjadi salah satu tokoh yang berperan penting mendorong lahirnya “Deklarasi Pembangunan 1.000 Koperasi Petani Indonesia” (2017) dan “Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hak Asasi Petani dan Orang-Orang yang Bekerja di Perdesaan”
(United Nations Declaration on the Rights of Peasants and Other People Working in Rural Areas - UNDROP) (2018).