Hilmar Farid Setiadi
dilahirkan di Bonn, Jerman Barat, 8 Agustus 1968. Meraih gelar S-1 (1993) dari Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Pada 1994, bersama beberapa kawan di Jakarta mendirikan Jaringan Kerja Budaya dan menerbitkan media berkala Media Kerja Budaya. Mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ, 1995-1999) dan aktif dalam berbagai forum kebudayaan, antara lain, di Asian Regional Exchange for New Alternatives (ARENA) dan Inter Asia Cultural Studies Society sebagai editor. Pada 2003, bersama sejumlah sejarawan dan aktivis mendirikan Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI). Organisasi nirlaba itu pernah bekerja sama dengan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia dalam me- ngembangkan bahan ajar sejarah untuk sekolah menengah. Meraih gelar Doktor (2014) di bidang kajian budaya dari National University of Singapore dengan disertasi berjudul “Rewriting the Nation: Pramoedya and the Politics of Decoloni- zation.” Tulisannya tentang seni, sejarah, kebudayaan, politik, film, buruh, dan sebagainya, tersebar di berbagai jurnal, majalah, surat kabar, dan buku. Pada 2012 menjadi Ketua Perkumpulan Praxis, lembaga yang mengembangkan penge- tahuan untuk perubahan sosial. Bersama beberapa rekan membentuk Relawan Penggerak Jakarta Baru (RPJB) pada Maret 2012 dan beberapa bulan kemudian menerbitkan buku berjudul Kisah Tiga Patung. Pada 31 Desember 2015, dilantik sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebu- dayaan. Setahun kemudian terpilih sebagai Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia untuk Periode 2016-2021.