Prisma

Picture of Idham Bachtiar Setiadi

Idham Bachtiar Setiadi

lahir di Bonn, Jerman, pada 1965. Memperoleh gelar Doktor (2014) bidang Studi Asia Tenggara dari National University of Singapore, Singapura, dengan disertasi tentang keberadaan Candi Borobudur dalam pandangan dan kehidupan orang-orang yang hidup dan bekerja di seputar warisan dunia tersebut. Sejak 2016, penulis buku berjudul 100 Tahun Pemugaran Candi Borobudur (2011) itu, diangkat sebagai Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional. Mulai menekuni dalam segala “urusan” warisan budaya sejak tahun 2000 saat bergabung dengan Sacred Bridge Foundation, mitra UNESCO di bidang kebudayaan, dan ikut mengerjakan pemetaan proses dan pelaku warisan budaya Borobudur, revitalisasi kebudayaan desa pasca-Tsunami Aceh, serta berbagai kegiatan pengembangan urban culture di Jakarta. Publikasi pertama Ketua Umum Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI; periode 2016- 2020) terkait dengan warisan budaya terbit pada 1986 dalam tabloid Mutiara dengan judul “96 Jam Menjadi Pelaut Bugis”, yang ditulis dalam konteks pelayaran Pinisi Nusantara ke Vancouver, namun justru melihat situasi dan kondisi para pelaut Bugis yang melayani jalur pelayaran Kalimantan-Jawa.