Prisma

Picture of Antonius Made Tony Supriatma

Antonius Made Tony Supriatma

Antonius Made Tony Supriatma dilahirkan di Denpasar, Bali, 1966. Meraih gelar S-1 (1991) Ilmu Politik dari Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan memperdalam ilmu politik pada Department of Government, Cornell University, Ithaca, New York, AS. Visiting research fellow ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura. Bergabung dengan Program Studi Indonesia dan melakukan penelitian tentang pemilu, desentralisasi, Papua, konflik dan kekerasan etnis, dan hal-hal yang berkait politik militer. Bersama Dr Hui Yew Foongm, menjadi co-editor buku berjudul The Jokowi-Prabowo Elections 2.0 (2022). Fellow pada The Simon-Skjodt Center for the Prevention of Genocide, sebuah institusi riset di bawah United States Holocaust Memorial Museum, Washington DC, Amerika Serikat, dan penulis utama Don’t Abandon Us: Preventing Mass Atrocities in Papua, Indonesia, laporan The Simon-Skjodt Center mengenai risiko kekejaman massal di Papua.

Masa Depan Papua: Terkunci oleh Masa Lalu?

Papua adalah sebuah bangsa yang terabaikan dan terjebak pintalan kepentingan kekuatankekuatan lebih besar yang mengelilinginya–baik Indonesia maupun kekuatan internasional. Nasib

Menguatnya Kartel Politik Para “Bos”

Reformasi politik di Indonesia berhasil membangun institusi-institusi dasar demokrasi. Pemilihan umum berjalan secara regular, partai dan parlemen relatif berkembang dan