Muradi
lahir di Jakarta, 1975. Selain Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan pada Departemen Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, serta Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Jakarta, dia juga menjabat sebagai Penasihat Senior di Laboratorium Indonesia 45 (LAB 45) Jakarta dan Senior Advisor di Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC) Bandung. Kajian akademisnya berfokus pada politik keamanan, pertahanan dan militer, studi kepolisian, politik hukum, serta tata kelola pemerintahan. Pernah menjadi Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politik dan Keamanan (2015-2025), Staf Ahli Utama Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Kantor Staf Presiden (2014-2019), Ketua Program Pascasarjana Ilmu Politik FISIP Unpad (2016-2021), serta Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Unpad (2012–2021). Mengampu studi Ilmu Sejarah (dengan fokus pada sejarah politik), Ilmu Politik, Politik Hubungan Internasional, Kajian Strategis, Komunikasi-Hubungan Internasional dan Ilmu Hukum (dengan konsentrasi Hukum Pidana) di Unpad; UI; S Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Nanyang Technological University (NTU), Singapura; School of Politics and International Studies, Flinders University, Adelaide, Australia; London School of Public Relations (LSPR), Jakarta; dan Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB). Aktif menulis buku, artikel jurnal, dan analisis kebijakan, dengan karya, antara lain,
Densus 88 AT: Konflik, Teror dan Politik (2012);
Politics and Governance in Indonesia: The Police in the Era of Reformasi (2014);
Menguji Profesionalisme Polri (2017);
Negara dan Kebijakan Penanganan Covid-19 (2023);
Integration of Populism and Military Background in Local Politics (2024);
The Responsibility of the Indonesian State Toward Indonesia Citizens in Acts Terrorism Abroad (2025), dan
Civil Society di Era Disrupsi: Perspektif Politik Pemerintahan (2026). Kontak: muradi@unpad.ac.id |
mc@lab45.id.