Nezar Patria
kelahiran Sigli, 5 Oktober 1970. Karier profesional dimulai sebagai wartawan di Majalah Berita Mingguan Tempo (1999-2008) dan tercatat sebagai salah satu pendiri portal VIVA.co.id (2008-2014); menjabat Wakil Pemimpin Redaksi CNN Indonesia (2014-2015) dan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post (2015-2020). Karya jurnalistik investigasinya memenangkan Tolerance Prize dari International Federation of Journalist (IFJ) bekerja sama dengan European Council di Manila pada 2004. Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI, 2008-2011) ini terpilih sebagai Anggota Dewan Pers selama dua periode (2013-2019). Alumnus Fakultas Filsafat UGM (1997) dan meraih gelar MSc (2007) bidang Politik dan Sejarah Hubungan Internasional di London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris. Menjadi periset paruh waktu di International Crisis Group (ICG), Jakarta (2004-2012). Pada Juli 2022, anggota Dewan Redaksi Jurnal Prisma ini, menamatkan studi di School of Business and Management (SBM) ITB Bandung dan Graduate School of Business (GSB) Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia untuk program Asean MBA. Terlibat aktif dalam gerakan mahasiswa awal tahun 1990-an hingga Reformasi 1998 dan menjadi Sekretaris Jenderal Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID). Menulis sejumlah buku, antara lain, Antonio Gramsci: Negara dan Hegemoni (1999), Premanisme Politik (2000), biografi seorang bankir, Keputusan Sulit Adnan Ganto (Circa, 2017), dan sebuah kumpulan puisi berjudul, Di Kedai Teh Ah Mei (Diva, 2018). Kini terdaftar sebagai mahasiswa program doktoral Ilmu Komunikasi, Universitas Gadjah Mada (UGM).