Prisma

Picture of Robertus Robet

Robertus Robet

menyelesaikan program Master (2002) bidang “Twentieth Century Political Thought and Theory” di University of Birmingham, Inggris dan gelar Doktor Filsafat (2008) di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, dengan disertasi berjudul “Pandangan Tentang yang Politis: Tanggapan terhadap Konsepsi Subyek dalam Pemikiran Slavoj Zizek.” Sarjana Sosiologi lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP, 1996) Universitas Indonesia itu, pernah menjabat Wakil Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (1996-2003) dan bergiat dalam Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998 (1999) serta Tim Pencari Fakta Kekerasan Pasca-Jajak Pendapat di Timor Lorosae (2000). Anggota Badan Pendiri Imparsial dan associate scholar pada Brighten Institute itu, dilahirkan di Tanjungkarang, Lampung, 16 Mei 1971. Kini, selain banyak menulis buku, antara lain, Manusia Politik: Subyek Radikal dan Politik Emansipasi di Era Kapitalisme Global Menurut Slavoj Zizek (2010); Republikanisme dan Keindonesiaan: Sebuah Pengantar (2007) dan Politik Hak Asasi Manusia dan Transisi di Indonesia: Sebuah Refleksi Kritis (2008), juga bekerja sebagai pengajar di Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan peneliti untuk Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Saat ini menjadi visiting scholar di CILIS Melbourne University Law School.

Antinomi Pancasila

Pancasila memiliki dua fungsi yang bisa bertentangan: fungsi implisit (tersirat) dan fungsi eksplisit (tersurat). Fungsi implisit Pancasila ada dalam konstruksi