Syaiful Arif
lahir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada 22-Februari 1981. Tenaga Ahli pada Deputi Pengkajian dan Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu pernah menjadi Peneliti pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Menyelesaikan studi hukum Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Aqidah, Jakarta. Menerbitkan banyak buku, antara lain, Islam, Pancasila dan Deradikalisasi: Meneguhkan Nilai Keindonesiaan (2018); Falsafah Kebudayaan Pancasila: Nilai dan Kontradiksi Sosialnya (2016); Humanisme Gus Dur, Pergumulan Islam dan Kemanusiaan (2013); Refilosofi Kebudayaan: Pergeseran Pasca-Struktural (2010); Deradikalisasi Islam: Paradigma dan Strategi Islam Kultural (2010); dan Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif: Sebuah Biografi Intelektual (2009). Juara Pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah “Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” MPR-RI Tahun 2012 dengan karya tulis “Dasar Kebudayaan dan Demokrasi Perspektif Pancasila.” Selain menjadi Tenaga Ahli BPIP, juga menjabat Direktur Eksekutif Institut Pancasila dan Kewargaan (IPK) dan Koordinator Nasional Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan. Banyak menulis artikel bertema Pancasila, demokrasi, politik Islam di Indonesia, filsafat budaya, dan politik kebudayaan, di pelbagai media massa nasional.