Umar Kayam
lahir di Ngawi, Jawa Timur, tahun 1932, adalah pejabat sementara Kepala Pusat Penelitian dan Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan Dosen pada Fakultas Sastra dan Kebudayaan di universitas yang sama. Sejak tahun 1970 sampai sekarang sebagai anggota Dewan Yayasan Tenaga Kerja di Jakarta. Meraih gelar BA dari Fakultas Sastra Pedagogi dan Filsafat, Universitas Gadjah Mada (1956). Gelar MA diperolehnya dari New York University, New York (1962), dan Ph.D dari Cornell University, Ithaca (1965). Menjadi Direktur Pelaksana di Yayasan Penerbitan Indonesia (1956-1966). Direktur Jenderal Radio, Televisi dan Film (1966-1969), kemudian Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1969-1973). Menjadi dosen di Universitas Indonesia, Institut Filsafat Driyarkara, dan Universitas Hasanuddin (1970-1976), dan Ketua Dewan Film Nasional (1978-1979). Aktif menulis di majalah Tempo, menulis skenario dan main filem. Kumpulan cerita pendeknya antara lain Seribu Kunang-kunang di Manhattan, Sri Sumarah dan Bawuk telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris.
Tercatat tahun 1972: Dr. Umar Kayam (40 tahun), adalah Ketua Dewan Kesenian Djakarta (1969 – sekarang), Dosen untuk Ilmu Sosiologi Pendidikan, Fakultas Ilmu2 Sosial Universitas Indonesia, dan djuga Pengadjar pada Lembaga Pendidikan Kesenian Djakarta. Setelah lulus Sardjana Muda (B.A.) Fakultas Pedagogik Univesitas Gadjah Mada (1955), kemudian melandjutkan studi ke A.S. dan memperoleh Master of Arts in education dari New York University (1962) dan mendapat gelar Ph. D dari Cornell University tahun 1965. Thesisnja ialah tentang "Aspects of Interdepartmental Coordination Problems in Indonesian Community Development". Selain dikenal sebagai essayist, penulis novellet dan skenario film, penulis djuga pernah mendjadi Direktur Eksekutif "Penerbitan Universitas" (1964 – 1966) dan Direktur Djenderal Radio, TV dan Film, Departemen Penerangan RI (1966 – 1969).