Lie Tek-Tjeng
lahir di Padang (Sumatera Barat) tahun 1931, adalah Direktur Lembaga Research Kebudayaan Nasional (LRKN) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dosen Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Indonesia, Sekolah Staf dan Komando (SESKO) Angkatan Bersenjata dan Kursus Penataran Departemen Luar Negeri RI, terutama mengenai masalah-masalah Asia Timur. Gelar Sarjana Muda dalam bidang Sinologi diperolehnya dari Lembaga Sinologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1954), kemudian melanjutkan studi ke Universitas Harvard (Cambridge, USA) dan memperoleh gelar Master of Arts (M.A.) tahun 1956 dalam spesialisasi studi mengenai Asia Timur; kemudian memperoleh gelar Doktor (Ph.D.) dalam spesialisasi Sejarah dan Bahasa Asia Timur (1962), juga dari Universitas Harvard. Aktif dalam berbagai kongres dan seminar ilmu pengetahuan — di dalam maupun luar negeri — terutama yang membahas masalah Cina Perantauan dan masalah Asia Timur. Juga telah menulis kurang lebih 30 karangan khususnya yang membahas Asia Timur dan masalah Hoakiau yang antara lain diterbitkan oleh LIPI, LEMHANNAS, Majalah SESKOAD, SESKOAL dan PUSLITBANG — juga oleh penerbit di Negeri Belanda dan Belgia; sebagian karangannya diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dan Tionghoa dan diterbitkan di Jepang dan Hongkong. Juga mengadakan penelitian pada Institute for Humanistic Studies di Universitas Kyoto (Jepang) dan Academia Sinica (Peking) dan menjadi anggota International Institute for Strategic Studies (IISS, London) dan International House of Japan.